Jordan: Andai Aku Jadi Artis..
Pilihan menjadi anggota IKON Bali adalah salah satu bentuk kepedulian dan tekad untuk menambah wawasan serta mengetahui sampai di mana sich Pecandu itu punya hak-hak yang tidak boleh dilanggar oleh siapapun juga untuk tetap menjalani kehidupan bermasyarakat tuk saling menghormati dan menghargai.
Jordan Candra adalah salah satu anggota IKON yang bergabung karena ingin memberdayakan dirinya dan bertekad untuk membekali dirinya dengan belajar tentang HAM. Agar haknya sebagai pecandu tidak dilanggar oleh kelompok masyarakat atau instansi manapun. Kali ini Propaganda ngobrol dengan Jordan, biasa dipanggil Jor, sembari minum teh.
Kami berbincang-bincang mengenai kondisi dan situasi Pecandu khususnya di Bali dari sudut pandang Jordan.
Propaganda (Pro): Selamat sore Jor? Yang akrab disapa dengan nama Jor.
Jordan (Jor): Sore juga
Pro : Senang bisa bertemu sampai-sampai Jor meluangkan waktu demi kami.
Jor : Oh, justru saya yang senang sekali bisa diberi kesempatan untuk wawancara.
Pro : Ok deh kalau gitu kita hanya ingin bincang-bincang dan bertanya langsung dengan Jor mengenai situasi dan kepedulian Jor mengenai pecandu karena selama ini banyak sekali berita-berita dan kasus-kasus seperti kekerasan oleh aparat kepada pecandu. Menurut Jor bagaimana peran pemerintah dalam penanganan hukum terkait pecandu?
Jor : Menurutku, peran pemerintah masih tidak merata, masih terfokus di kota besar-besar saja; tidak efisien, kurang keseriusan dan kesadaran pentingnya rehabilitas; dan tidak maksimal, kurang serius dan sepertinya dilaksanakan setengah-setengah saja.
Pro: Dukungan Peran pemerintah untuk psiko-sosial buat para pecandu?
Jor: Bersifat labil dan kurang. Jadi kesannya setengah-setengah…
Pro: Undang-undang rehab apa ada? Dan jika ada apa sudahditerapkan Jor?
Jor: Setahuku Undang-undang itu ada, tapi belum dilaksanakansepenuhnya.
Pro: Melihat banyaknya pecandu di Indonesia khususnya di Balisemestinya bagaimana Pemda menyikapinya?
Jor: Yah, intervensi langsung ke jalan. Cari tahu permasalahan mereka kenapa menyalahgunakan dan mengajak bersama-sama untuk mencari solusinya.
Pro: Kamu sendiri setuju nggak kalau anak-anak setingkat TK atau SD diberikan pengetahuan HAM dasar sejak dini?
Jor: Wah..wah.. Aku setuju banget tetapi diberikan pengetahuan HAM yang ringan sesuai kemampuan daya pikir mereka begono. Kalau aku nanti punya anak akan kuajarkan HAM dasar biar nggak dilecehkan oleh aparat kayak bapaknya…he..he..he…
Pro: Oh iya Jor. Vonis rehab tak pernah diputuskan oleh hakim dan hanya baru sekali dilaksanakan. Itu pun buat Fariz RM yang notabenenya adalah publik figur/artis. Apakah perlu Undang-undang direvisi di Indonesia Jor?
Jor: Aku sangat mendukung jika vonis rehab direalisasikan bagi para pecandu tanpa harus melihat latar belakang keartisannya. Jadi kesannya tebang pilih tuh… Andai aku jadi artis. ha..ha..ha….
Pro: Selama inikan hanya aparat dan pemerintah saja yang melanggar HAM. Untuk kelompok masyarakat apa kamu pernah melihat langsung kasus pelanggaran HAM yang dilakukan mereka, Jor?
Jor: Ada seperti adanya kasus isu-isu yang menjurus ke SARA akibat idealisme, sukuiesme, dan fanatik religi yang berlebihan…
Pro: Setelah kamu komitment bergabung dengan IKON Bali, apa yang semestinya IKON Bali lakukan terkait memperjuangkan Vonis rehab?
Jor: Menyuarakan ke anggota dewan serta mebuat link dengan stakeholder terkait masalah HAM.
Pro: Harapan IKON terkait masalah HAM?
Jor: Tidak adanya diskriminasi Pecandu dan ODHA.
Pro: Di dalam segala rangkaian kegiatan IKON apa sich menurut kamu yang mesti ditingkatkan?
Jor: Pemberdayaan SDM yang lebih profesional.
Pro: Dari penilaianmu apa kamu setuju jika Indonesia dinilai dan dicap sebagai negara pelanggar HAM? Faktanya apa saja Jor?
Jor: Saya setuju Indonesia masih dicap sebagai negara pelanggar HAM. HJal yang paling mendasar ya karena negara kita kan negara berkembang juga belum maju. Faktanya juga pernahterjadi. Kita lihat saja Tragedi Trisakti, Marsinah, Wartawan Udin yang tidak jelas sampai sekarang. Betul nggak??. Hemmm, sangat ironis!!
Pro: Jordan sendiri apa pernah mengalami kekerasan aparat atau penolakan oleh layanan kesehatan?
Jor: Pernah oleh oknum aparat keamanan. Kalau ingat kejadian itu rasanya sakit sekali hati ini.. Itu juga yang menjadi salah satu tekadku bergabung dengan IKON Bali.
Pro: Oke deh Jor. Karena sudah sore dan cukup menyita waktumua, kami terima kasih dulu. Semua menjadi masukan, saran, serta wawasan baru.
Next :
Propaganda bulan depan dengan profil baru dan tentu dengan wawancara yang lebih menarik jujur, polos dan menambah wawasan bagi teman-teman. Ini untuk menunjukkan bahwa kita tidak sendiri menderita akibat pelanggaran HAM.. Mari bersama-sama mewujudkan Vonis Rehab dan berjuang untuk kebijakan-kebijakan yang berpihak pada Pecandu dan ODHA. [pro!]

Ikatan Korban Napza (IKON) Bali adalah kelompok yang memperjuangkan perlindungan hak asasi manusia (HAM) bagi pecandu maupun mantan pecandu Napza.Untuk mewujudkan cita-cita tersebut IKON Bali melakukannya melalui empat program utama yaitu Advokasi, Dokumentasi, Kampanye, dan Sosialisasi.