Subscribe

IKON Bali Tuntut Hakim Terapkan SEMA

June 27, 2009 By: Tukang Kompor Category: Advokasi

IKON Aksi SEMA

Sekitar 30 korban Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif (Napza) yang tergabung dalam Ikatan Korban Napza (IKON) Bali melakukan aksi demonstrasi pada Jumat (26/6) di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar. Selain membagi-bagikan bunga mawar pada hakim dan pengunjung PN, mereka juga meminta agar para hakim di PN Denpasar segera melaksanakan Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) No 27 tahun 2009 tentang penerapan vonis rehabilitasi bagi korban Napza.

Aksi itu sendiri dilakukan untuk menyambut hari Anti Narkotika (HANI) 2009 yang juga hari Anti Penyiksaan yang jatuh pada hari ini, Jumat (26/6).

IKON Bali mendatangi PN Denpasar untuk menyampaikan aspirasinya terkait dengan penerbitan SEMA no 7 tahun 2009 tentang Menempatkan Pemakai Narkoba ke dalam Panti Terapi dan Rehabilitasi. Surat edaran ini dikeluarkan pada 17 Maret 2009 oleh Mahkamah Agung dan ditujukan kepada Para Ketua Pengadilan Tinggi dan Para Ketua Pengadilan Negeri seluruh Indonesia.

Read the rest of this entry →

Petisi IKON Bali: Segera Terapkan SEMA!

June 26, 2009 By: Tukang Kompor Category: Advokasi

Terapkan SEMA

Petisi Ikatan Korban Napza (IKON)
Dalam rangka menyambut Hari Anti Narkotika (HANI)
Dan Hari Anti Penyiksaan 2009

Dari beberapa sumber yang diperoleh pengertian korban adalah orang-orang yang baik secara individual maupun kolektif telah menderita kerugian, termasuk kerugian fisik atau mental, emosional, ekonomi atau ganguan substansial terhadap hak-haknya yang fundamental, melalui suatu perbuatan atau komisi yang melanggar hukum pidana di masing-masing negara, termasuk penyalahgunaan kekuasaan.

Dalam perspektif viktimologi  terutama mengenai tipologi korban, terdapat beberapa pendapat ahli hukum mengenai korban penyalahgunaan narkotika dan psikotropika. Ditinjau dari perspektif tingkat keterlibatan korban dalam terjadinya kejahatan, maka korban penyalahgunaan narkotika dan psikotropika menurut Ezzat Abdul Fateh, adalah dalam tipologi; “false victims yaitu mereka yang menjadi korban karena dirinya sendiri’.

Read the rest of this entry →

Drug rehabilitation centers under pressure

June 18, 2009 By: Tukang Kompor Category: Dokumentasi

by Anissa S. Febrina

During her bleak past – seven hard years as a drug addict – Dania (not her real name) tried all kinds of drugs. She also tried all types of rehabilitation centers.

“The one place I haven’t been to is prison,” said the 35-year-old, who confessed to having her well-off family bail her out to escape the authorities when she was arrested back in 2005.

“There was some agreement and my parents told the officer that they would send me to rehab instead.”

Now, addicts like Dania no longer have to make any such “agreement”, as the Supreme Court has advised judges to send convicted drug users to rehabilitation centers instead of prisons.

Read the rest of this entry →

Students, activists demand no discrimination, transparency

May 25, 2009 By: Tukang Kompor Category: Dokumentasi, HIV/AIDS

by Luh De Suriyani

Hundreds of students, social workers and NGOs activists celebrated the Nusantara AIDS Vigil (MRAN) 2009 on Saturday night by issuing a five-point statement, demanding that the health institution stops discriminating against people with HIV/AIDS and asking the government to be more transparent in developing AIDS mitigation programs.

The local Drugs’ Victims Association (IKON) initiated the statement in the annual gathering that took place at the Puputan Badung square in downtown Denpasar.

The first point of the statement asked all the relevant government agencies to be more thorough in developing their HIV/AIDS mitigation programs so as to create a more effective and coherent program and to prevent unnecessary duplications and overlappings.

Read the rest of this entry →

IKON Bali: Lepaskan Topeng Itu!

May 24, 2009 By: Tukang Kompor Category: Advokasi

Menyambut Malam Renungan AIDS Nusantara (MRAN) 2009, sekumpulan anak muda yang tergabung dalam Ikatan Korban Napza (IKON) Bali melakukan aksi Topeng. Aksi ini dilakukan bersamaan dengan perayaan MRAN 2009 yang dilakukan oleh Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Denpasar di Lapangan Puputan Badung, Sabtu (23/5).

Tema MRAN 2009 kali ini adalah “Together, We are the Solution”, yang mengandung arti keterlibatan semua pihak. Namun menurut IKON Bali Saat ini banyak bentuk keterlibatan yang dilakukan masih menggunakan “Topeng”.  Akiabtnya penanggulangan HIV dan AIDS akan tersendat-sendat dan diskriminasi pun tidak akan pernah hilang.

Keterlibatan yang diharapkan oleh IKON Bali adalah keterlibatan yang harus didasari oleh hati nurani yang tulus, bukan keterlibatan yang berlindung dibalik “Topeng”. Ini terlihat dalam Petisi yang diserukan oleh IKON Bali dalam acara tersebut.

Read the rest of this entry →

Pengguna Narkoba akan Direhabilitasi, Tidak Dipenjara

May 13, 2009 By: Tukang Kompor Category: Dokumentasi

Sumber ANTARA

Mahkamah Agung (MA)  memutuskan vonis dalam bentuk rehabilitasi bagi pengguna narkoba, sehingga vonis penjara yang diterapkan selama ini tidak akan berlaku lagi.

“Itu keputusan MA yang baru, karena itu kami menyambut gembira karena keputusan itu penting untuk menghindarkan pengguna untuk terjerumus lebih dalam,” kata Sekretaris Umum Badan Narkotika Provinsi (BNP) Jatim, AKBP drs. Soubar Isman SH kepada ANTARA News di Surabaya, Minggu.

Menurut dia, UU Psikotropika selama ini mengganjar pengguna dengan empat tahun penjara untuk pengguna psikotropika golongan I, dua tahun penjara untuk pengguna psikotropika golongan II, dan satu tahun penjara untuk pengguna psikotropika golongan III.

Read the rest of this entry →

Indonesian AIDS Policy: “On the ground” Isn’t as Good as “On Paper”

May 13, 2009 By: Tukang Kompor Category: Advokasi, Kampanye

by Anton Muhajir
Published at Asia Report

For Agus, fictitious name, the end of life was not the end of a journey. As a former injection drug user (IDU), he faced a new problem when he passed away. Two days ago, the IDU died from complications arising from AIDS. Often in Bali, a person who dies is the responsibility of not only their families, but also of the traditional local community, called banjar.

Normally, this care consists of bathing, burying, cremation, and a traditional farewell ceremony. But not for Agus.  Agus’s body was rejected not only by his family, but by his community, as well.

Fortunately, Agus still had many friends: fellow users and former IDU and people living with HIV and AIDS (PLWHA).  So, these friends brought Agus’s body back to Sanglah Hospital, the biggest hospital in the Province of Bali, Indonesia, where it was treated.  About a week before, the same story happened with Budi (not real name), another of the PLWHA in Bali. Because of his HIV/AIDS status, Budi’s body was also rejected by the residents.

Read the rest of this entry →

Taiwan Blazes a Trail to Help Drug Users with HIV

April 29, 2009 By: Tukang Kompor Category: Dokumentasi

By Marwaan Macan-Markar

Taiwan is emerging as a beacon of hope for countries across Asia grappling to stop the spread of the AIDS epidemic among injecting drug users (IDUs), a major risk group.

The Asian island came in for praise at an international conference here for a successful public health initiative that saw an over 50 percent plunge in the number of new HIV cases among IDUs over a three year period.

In 2005, Taiwan recorded its highest number of new reported cases of people infected with the killer virus - over 3,300 - nearly twice the number recorded the previous year. But, by the end of 2008, the new HIV cases had dropped to 1,752 cases.

Read the rest of this entry →

Urgensi Vonis Rehab bagi Korban Napza

April 06, 2009 By: Tukang Kompor Category: Advokasi

Oleh I Wayan “Gendo” Suardana

I. Sekapur Sirih
Semenjak Indonesia membentuk regulasi mengenai Napza terkait dengan perang terhadap Napza, beribu-ribu bahkan berjuta-juta pengguna Napza ada dalam posisi yang tidak sebenarnya. Paradigma Negara yang menempatkan pengguna Napza sebatas hanya dalam kedudukannya sebagai pelaku kejahatan dapat terlihat secara jelas dalam berbagai regulasi nasional tentang NAPZA.

Paradigma yang dianut oleh Indonesia selama ini harus diakui sebagai factor utama dari terjadinya praktik dehumanisasi terdap pengguna napza. Paradigma Negara yang steoritif terhadap pengguna napza menular dan membentuk paradigma yang sirama kedalam masyarakat. Sehingga pengguna napza dituduh sampah, penjahat, dan berbagai stigma yang bersifat diskriminatif dan berujung kepada dehumanisasi. Lalu selesaikah persoalan? Ternyata  praktik dehumanisasi tetap terjadi namun prevelensi penyalahgunaan napza tidak pernah menurun secara signifikan.

Read the rest of this entry →

Mahkamah Agung Minta Pemakai Narkoba Tak Dihukum

March 23, 2009 By: Tukang Kompor Category: Dokumentasi

TEMPO Interaktif | Jumat, 20 Maret 2009 | 18:24 WIB

Mahkamah Agung meminta hakim tak menjatuhkan hukuman pidana penjara bagi pemakai narkoba. Bagi pengguna psikotropika dan narkoba, Mahkamah Agung mengharapkan hakim memutus agar mereka menjalani pengobatan atau perawatan di tepat rehabilitasi.

Perintah pada hakim untuk memutus agar merehabilitasi pemakai narkoba tersebut dituangkan dalam Surat Edaran Mahkamah Agung kepada Ketua Pengadilan Negeri dan Ketua Pengadilan se-Indonesia. Surat edaran itu diteken Ketua Mahkamah Agung Bagir Manan pada 17 Maret lalu.

Pelaksana Tugas Ketua Muda Pidana Khusus Djoko Sarwoko mengatakan memenjarakan pemakai narkoba bukan langkah yang tepat. Pemakai narkoba dilihat dari aspek kesehatan dikategorikan orang sakit. “Mereka kan korban, sakit kok makanya perlu pengobatan,” kata Djoko, di ruang kerjanya, Jumat (20/3).

Read the rest of this entry →