Subscribe

Archive for the ‘Provokasi!’

Pocong Pecandu pun Ikut Merenung

May 26, 2008 By: Tukang Kompor Category: Provokasi!, Dokumentasi No Comments →

Samar-samar terdengar paduan suara mengumandangkan lagu Bangkit Bersama sebagai genderang perjuangan, menandai perjuangan penanggulangan HIV/AIDS. Bersamaan dengan iringan alunan lagu, ratusan lilin bersinar menerangi kawasan sekitar sehingga kian kental dan khusyuk lingkaran malam itu memaknai Malam renungan AIDS Nusantara (MRAN) tahun ini. Namun bukan berarti perjuangan tahun ini sudah usai. Karena di masa yang akan datang kerja keras diikuti hambatan dan kendala sudah lebih dulu siap menghadang.

MRAN ini bertema Never Give Up, Never Forget. Acara dilaksanakan di lapangan Puputan Badung Denpasar, pada 25 Mei 2008 dihadiri ratusan perwakilan dari Kelompok Siswa Peduli AIDS dan Narkoba (KSPAN) SMP dan SMU di Denpasar.

(more…)

Menuntut Vonis Rehab Bagi Pecandu!

March 26, 2008 By: Tukang Kompor Category: Provokasi!, Kampanye No Comments →

Roy Marten menangis di sidang pengadilan. Ketika acara pemeriksaan berlangsung, artis era 1970-an sesenggukan di pengadilan. Dengan polosnya dia menjawab, dia belum bsia lepas dari ketergantungan dari narkoba. Dan dia memohon kepada majelis hakim agar tidak dijatuhi hukuman pidana melainkan divonis untuk ditempatkan di lembaga rehabilitasi.

Menurut Roy, pengalaman di penjara bukannya menghilangkan kebiasaannya mengkonsumsi sabhu-sabhu. Hal yang terjadi justru sebaliknya. Dia bisa mendapatkan dengan mudah barang haram tersebut di lembaga permasyarakatan. Akibatnya, tujuan pemidanaan yang sejatinya untuk memberi efek jera kepada pelakunya menjadi ternafikan sama sekali. Kenyataan berkata sebaliknya. Dia justru semakin tidak bisa lepas dari ketergantungan terhadap sabu-sabu.

Bisa jadi apa yang dialami oleh Roy Marten adalah refleksi yang terjadi di hampir seluruh korban penyalahgunaan narkotika. Awalnya mungkin tidak terpikir sama sekali untuk memakai narkoba karena pasti sudah tahu akibatnya. Kemudian tertarik untuk coba-coba. Selanjutnya, setelah mengetahui efek yang dirasakan setelah konsumsi narkotika berlanjut menjadi ketergantungan. Setelah ketergantungan akan melakukan apa saja untuk mendapatkan narkotika. Pertama, menjual apa saja yang dimiliki. Setelah barang-barang pribadi ludes mereka mulai menyasar barang milik keluarga atau teman dekat.

(more…)

Penjara Bukan Solusi!

January 05, 2008 By: Tukang Kompor Category: Provokasi!, Advokasi 1 Comment →

Oleh Wayan Agus Purnomo

Sudah bukan rahasia lagi, penjara bukanlah tempat yang kondusif bagi pengguna narkoba. Dalam artian, penjara bukan menjadi jawaban untuk membantu pecandu narkoba untuk mencapai kesembuhan. Sudah menjadi rahasia umum pula, kalau pecandu narkoba bisa “naik pangkat” ketika sudah pernah mencicipi dinginnya lantai penjara. Awalnya hanya pengedar kemungkinan besar bisa menjadi bandar. Kondisi ini tentu kontradiktif dengan tujuan awal pemidanaan bagi pecandu narkoba, memberi efek jera. Alih-alih menjadi kapok, pecandu nakoba justru bisa menjadi rantai baru bagi peredaran narkoba.

Tidak usah jauh-jauh. Tertangkapnya KPLP Kerobokan akibat tersandung kasus narkoba bisa dijadikan parameter. Pihak yang seharusnsya menjadi pengawas agar bisa menimalisir peredaran narkoba justru berbisnis narkoba. Tentu bisa dibayangkan betapa kronisnya bisnis peredaran narkoba dalam penjara. Penjara bukan tempat yang bersahabat bagi pecandu untuk mencapai kesembuhan. Sehingga, diperlukan sistem terpadu yang lebih memiliki daya dukung bagi pecandu narkoba untuk mengatasi ketergantungannya. Kenyataan ini menjadi bukti sahih bahwa ada yang tidak beres dengan manajemen lapas terkait dengan narkoba.

Hasil penelitian terhadap napi narkoba di lapas dan Rumah Tahanan Negara, hasil kerja sama Bada Pusat Statistik dengan Badan Narkotika Nasional tahun 2006 menemukan sebanyak 8,7 persen dari 1868 responden penghuni lapas pernah memakai narkoba. Artinya, sebanyak 162 orang napi pernah memakai narkoba. Bayangkan berapa jumlah pemakai narkoba dalam penjara jika di dibandingkan dengan jumlah napi sesungguhnya. Namun hasil penelitian bisa saja berbeda dengan kenyatan yang ditemui di lapangan. Bukan tidak mungkin pemakai narkoba di penjara persentasenya jauh lebih besar. Bahkan 4,4 persen pernah melakukan transaksi narkoba dalam penjara dan 9,5 persen responden mengaku pernah ditawari narkoba oleh sesama narapidana.

(more…)

Diskresi Kapolri Sesuai HAM

November 21, 2007 By: Tukang Kompor Category: Provokasi!, Dokumentasi, Penyadaran, Kampanye, Advokasi 1 Comment →

Sumber Jawa Pos

Pemidanaan Anak Pemakai Narkoba Bukan Jalan Terbaik

JAKARTA - Diskresi yang dikeluarkan Kapolri Jenderal Pol Sutanto agar pengusutan anak-anak korban narkoba tidak diperlakukan seperti tersangka disambut positif Jaksa Agung Hendarman Supandji. Dia menegaskan, selaku penyidik, polisi memang memiliki kewenangan diskresi yang bisa menjadi alasan pemaaf dalam penanganan kasus pidana.

Sebagaimana diberitakan kemarin (11/11), sebuah terobosan hukum di bidang pemberantasan narkoba lahir di Gedung Graha Pena Jawa Pos, Surabaya . Sabtu lalu, saat penandatanganan MoU kerja sama antara Grup Jawa Pos dengan Badan Narkotika Nasional (BNN), Sutanto menginstruksikan agar seluruh jajaran kepolisian tidak serta merta menjadikan anak di bawah umur sebagai tersangka narkoba.

“Saat ini, saya membuat diskresi bahwa para pemakai narkoba, terutama anak-anak, jangan diperlakukan seperti tersangka. Mereka lebih layak disebut korban,” kata Sutanto yang juga kepala BNN tersebut kala itu.

(more…)

Pencandu Narkoba, Korban atau Kriminal?

November 21, 2007 By: Tukang Kompor Category: Provokasi!, Dokumentasi, Kampanye, Advokasi No Comments →

Sumber Kompas

Jika Anda adalah Roy Marten, apa yang Anda butuhkan saat ini? Perawatan dan rehabilitasi, atau penjara?

Pertanyaan ini harus dijawab dengan baik karena menyangkut kepentingan manusia dan negara. Untuk itu, diperlukan argumen yang mengedepankan rasa keadilan dan kepentingan perlindungan masyarakat.

Mari mulai dengan penjara, pilihan yang lazim dilakukan. Apa manfaat penjara bagi pemakai narkoba seperti Roy Marten? Pendapat umum menyatakan, penjara memberi efek jera. Artinya, mereka yang melakukan tindakan melawan hukum akan takut mengulang perbuatannya karena tidak mau dipenjara lagi. Benarkah? Bagi pengidap masalah adiksi (judi, seks, alkohol, narkoba), pemenjaraan tidak pernah efektif. Sulit mencari bukti itu dalam literatur adiksi.

Kebutuhan akan zat atau perilaku yang digandrunginya, seperti judi, akan memberi dorongan yang amat besar sehingga mengalahkan mekanisme berpikir rasional dan rasa takut akan konsekuensinya. Karena itu, pencandu narkoba dan adiksi lain (penjudi, pemerkosa) adalah residivis paling umum di lembaga pemasyarakatan di mana pun di dunia. Pertanyaannya, mengapa?

(more…)

Dengarkan Musiknya, Sampaikan Nilai Perubahan

November 05, 2007 By: Tukang Kompor Category: Provokasi!, Penyadaran, Kampanye, Advokasi 1 Comment →

Bila kita kerap mendengar Hak Asasi Manusia (HAM), tentunya kita jangan hanya bisa berucap. Bila kita melihat beberapa orang di sekitar kita tertindas bahkan tersingkir dari kehidupan masyarakat sosial jangan hanya melihat dan berkata “kasihan”. Bila kita memang merasa peduli terhadap apa yang terjadi di sekitar kita, sekarang saatnya kita bersuara dengan lantang. Kasihan, tidak hanya cukup dengan kasihan. Kita tidak dapat berharap bahwa perubahan akan terjadi dengan tanpa usaha. Untuk melakukan perubahan pastinya ada usaha untuk dapat mengatasi masalah diskriminasi yang terjadi pada pecandu narkoba dan orang dengan HIV/AIDS (Odha).

Berangkat dari masalah tersebut sekaligus untuk memperingati hari sumpah pemuda yang jatuh pada 28 Oktober 2007, IKON Bali akan menggelar pagelaran seni bertajuk Cinta, Damai, Peduli dan Anti Diskriminasi.

Dasar pemikiran dari kegiatan pentas musik anti diskriminasi ini bahwa pecandu dan Odha menyerukan kepada semua pihak, “Keberadaan, kehadiran kami bukanlah suatu bencana, tetapi suatu kenyataan perjalanan kehidupan yang harus kami jalankan tanpa harus mendapatkan ruang jarak, perbedaan, stigma (cap buruk)”. Pecandu dan Odha membutuhkan dukungan dari semua pihak karena bagaimanapun juga pecandu dan Odha adalah bagian dari masyarakat Indonesia.

(more…)

Seruan Pecandu Menolak Diskriminasi

November 04, 2007 By: Tukang Kompor Category: Provokasi!, Penyadaran, Kampanye 1 Comment →

Press Release

Minggu, 4 November 2007, Ikatan Korban Napza (IKON) Bali menggelar pentas musik cinta, damai, peduli dan anti diskriminasi di Wantilan DPRD Bali Renon. Acara yang digelar mulai pukul 18.00 Wita sampai dengan selesai, menghadirkan band- band serta aksi teater dari segala komponen masyarakat.

Menurut Koordinator IKON Bali IGN Wahyunda pentas musik ini bertujuan untuk membangun solidaritas antar seluruh pegiat hak asasi manusia (HAM), melakukan kampanye publik anti diskriminasi dan membangun, menyebarluaskan nilai-nilai anti diskriminasi sebagai bagian dari HAM.

Acara dibuka dengan teater dari Naknik Communty, yang semua personilnya adalah anak-anak TK, SD, dan SMP. Teater selama 15 menit ini menampilkan cerita tentang mantan pecandu narkoba yang harus berjuang mendapatkan pengobatan. Setelah acara teater dari anak-anak Jl Subak Dalem V Denpasar Utara ini giliran Gung Jelantik menyampaikan orasi pada ratusan pengunjung yang hadir pada acara pentas musik malam itu.

(more…)

LP Kerobokan Belum Steril Bisnis Narkoba

October 22, 2007 By: Tukang Kompor Category: Provokasi!, Dokumentasi No Comments →

Sumber: Bali Post (5/10/2007)

Sejumlah gembong narkoba kini sudah tidak lagi menghuni LP Kelas IIA Denpasar (Kerobokan). Perpindahan para narapidana yang rata-rata di jatuhi vonis di atas 10 tahunitu, dimaksudkan memutus mata rantai penyaluran narkotika pada LP terbesar di Bali. Namun, LP ini belumlah steril dari aktivitas narkoba.

Hal itu dikatakan Kepala LP Ilham Djaya, Kamis (4/10) kemarin. Gembong narkotika yang pertama kali diberangkatkan adalah Isaac Thayeb. Napi yang sebelumnya mendapatkan julukan raja ecstasy ini dipindahkan ke LP di Madiun. Berikutnya Arman Maulidi juga menyusul dipindahkan pada salah satu LP terbesar di Jatim. “Perpindahan keduanya selain dilatarbelakangi upaya memutus mata rantai, juga disebabkan daya tampung LP yang sudah tidak muat lagi,” jelas Ilham.

Perpindahan Isaac Thayeb sempat mengejutkan semua pihak. Soalnya, napi ini diduga memiliki pengaruh luar biasa dan banyak koneksi. Isaac ketika masih mendekam di LP Kerobokan, memiliki sebuah usaha pertukangan mebel yang karyawannya diambil secara kolektif dari para napi.

(more…)

Si Miskin Divonis Tinggi dan Dikerasi Polisi

October 20, 2007 By: Tukang Kompor Category: Provokasi!, Dokumentasi, Advokasi No Comments →

Sumber: Radar Bali Senin 24/09/2007

Mengurai perlakuan hukum yang diterima para pecandu sangatlah elokjika terucap oleh yang bersangkutan. Berkut petikan wawancara Candra Gupta, dari Radar Bali dengan Ketua Ikatan Korban Napza Bali, IGN Wahyunda, yang juga mantan napi narkoba dan pecandu.

Menurut anda proses hukum efektif buat pecandu?
Saya lihat tidak efektif. Kami banyak melihat teman-teman kami dari pecandu yang menderita. Memasukan kami (pecandu) ke penjara itu sama saja dengan membunuh kami. Lihat saja kondisi Lapas Kerobokan, yang 80 persennya pecandu narkoba. Disana jadi lebih parah. Lihat saja KPLP (Sudrajat) yang juga terkena narkoba. (more…)

Selayaknya Negara Melindungi IDU

October 05, 2007 By: Tukang Kompor Category: Provokasi!, Dokumentasi, Penyadaran, Kampanye, Advokasi 1 Comment →

IGN Wahyunda

Sebagai pengguna narkotika dan zat adiktif lainnya, pecandu adalah orang-orang yang tersingkirkan dari masyarakat. Sudah cukup lama pecandu narkoba dan zat adiktif lain, terutama injecting drugs user (IDU) alias pengguna narkoba suntik (penasun) dianggap sebagai pelaku tindak kriminal. Dengan anggapan ini maka seolah-olah wajar jika IDU dipenjarakan, dibunuh, atau dilanggar hak asasinya dalam kehidupan sehari-hari, terutama saat IDU disangka melakukan tindak pidana.

Pelanggaran terhadap hak asasi manusia (HAM) ini disertai cap negatif pada IDU seperti dianggap sampah yang tidak berguna dan segala citra negatif yang melekat pada diri kami.

Jika kami tanyakan pada diri kami sendiri, apakah kami memang bercita-cita menjadi pengguna narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lain (napza)? Pastinya semua akan menjawab ”TIDAK”. Kami tidak ingin menjadi seorang pengguna napza kronis. Namun kondisi dan keadaanlah yang membuat kami menjadi ”sampah masyarakat”. Kami harus akui kekhilafan kami. Namun di sisi lain, menyalahkan kami juga tidak menyelesaikan masalah. Kami adalah korban! (more…)