Subscribe

Archive for the ‘Kampanye’

Dengarkan Musiknya, Sampaikan Nilai Perubahan

November 05, 2007 By: Tukang Kompor Category: Advokasi, Kampanye, Penyadaran, Provokasi! 1 Comment →

Bila kita kerap mendengar Hak Asasi Manusia (HAM), tentunya kita jangan hanya bisa berucap. Bila kita melihat beberapa orang di sekitar kita tertindas bahkan tersingkir dari kehidupan masyarakat sosial jangan hanya melihat dan berkata “kasihan”. Bila kita memang merasa peduli terhadap apa yang terjadi di sekitar kita, sekarang saatnya kita bersuara dengan lantang. Kasihan, tidak hanya cukup dengan kasihan. Kita tidak dapat berharap bahwa perubahan akan terjadi dengan tanpa usaha. Untuk melakukan perubahan pastinya ada usaha untuk dapat mengatasi masalah diskriminasi yang terjadi pada pecandu narkoba dan orang dengan HIV/AIDS (Odha).

Berangkat dari masalah tersebut sekaligus untuk memperingati hari sumpah pemuda yang jatuh pada 28 Oktober 2007, IKON Bali akan menggelar pagelaran seni bertajuk Cinta, Damai, Peduli dan Anti Diskriminasi.

Dasar pemikiran dari kegiatan pentas musik anti diskriminasi ini bahwa pecandu dan Odha menyerukan kepada semua pihak, “Keberadaan, kehadiran kami bukanlah suatu bencana, tetapi suatu kenyataan perjalanan kehidupan yang harus kami jalankan tanpa harus mendapatkan ruang jarak, perbedaan, stigma (cap buruk)”. Pecandu dan Odha membutuhkan dukungan dari semua pihak karena bagaimanapun juga pecandu dan Odha adalah bagian dari masyarakat Indonesia.

(more…)

Seruan Pecandu Menolak Diskriminasi

November 04, 2007 By: Tukang Kompor Category: Kampanye, Penyadaran, Provokasi! 1 Comment →

Press Release

Minggu, 4 November 2007, Ikatan Korban Napza (IKON) Bali menggelar pentas musik cinta, damai, peduli dan anti diskriminasi di Wantilan DPRD Bali Renon. Acara yang digelar mulai pukul 18.00 Wita sampai dengan selesai, menghadirkan band- band serta aksi teater dari segala komponen masyarakat.

Menurut Koordinator IKON Bali IGN Wahyunda pentas musik ini bertujuan untuk membangun solidaritas antar seluruh pegiat hak asasi manusia (HAM), melakukan kampanye publik anti diskriminasi dan membangun, menyebarluaskan nilai-nilai anti diskriminasi sebagai bagian dari HAM.

Acara dibuka dengan teater dari Naknik Communty, yang semua personilnya adalah anak-anak TK, SD, dan SMP. Teater selama 15 menit ini menampilkan cerita tentang mantan pecandu narkoba yang harus berjuang mendapatkan pengobatan. Setelah acara teater dari anak-anak Jl Subak Dalem V Denpasar Utara ini giliran Gung Jelantik menyampaikan orasi pada ratusan pengunjung yang hadir pada acara pentas musik malam itu.

(more…)

Mengikuti Upacara Kemerdekaan ala Mantan pemakai Narkoba

October 29, 2007 By: Tukang Kompor Category: Apa Saja, Dokumentasi, Kampanye No Comments →

Sumber Radar Bali, Agustus 2007

Sejumlah mantan pecandu narkoba menumpahkan suara hati dan menunjukkan jiwa nasionalisme mereka lewat upacara. Ait mata pun menetes di pipi. Seperti apa?

Ada yang beda dalam upacara di Jalan Mertasari, Yakeba (Yayasan Kesehatan Bali). Suasana nungkalik (bertolak belakang) dibandingkan dengan upacara di Lapangan Puputan. Upacara yang dihelat mantan pecandu, pecandu dan pengurus Yakeba serta (more…)

Selayaknya Negara Melindungi IDU

October 05, 2007 By: Tukang Kompor Category: Advokasi, Dokumentasi, Kampanye, Penyadaran, Provokasi! 1 Comment →

IGN Wahyunda

Sebagai pengguna narkotika dan zat adiktif lainnya, pecandu adalah orang-orang yang tersingkirkan dari masyarakat. Sudah cukup lama pecandu narkoba dan zat adiktif lain, terutama injecting drugs user (IDU) alias pengguna narkoba suntik (penasun) dianggap sebagai pelaku tindak kriminal. Dengan anggapan ini maka seolah-olah wajar jika IDU dipenjarakan, dibunuh, atau dilanggar hak asasinya dalam kehidupan sehari-hari, terutama saat IDU disangka melakukan tindak pidana.

Pelanggaran terhadap hak asasi manusia (HAM) ini disertai cap negatif pada IDU seperti dianggap sampah yang tidak berguna dan segala citra negatif yang melekat pada diri kami.

Jika kami tanyakan pada diri kami sendiri, apakah kami memang bercita-cita menjadi pengguna narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lain (napza)? Pastinya semua akan menjawab ”TIDAK”. Kami tidak ingin menjadi seorang pengguna napza kronis. Namun kondisi dan keadaanlah yang membuat kami menjadi ”sampah masyarakat”. Kami harus akui kekhilafan kami. Namun di sisi lain, menyalahkan kami juga tidak menyelesaikan masalah. Kami adalah korban! (more…)

Rehabilitasi sebagai Solusi Penyalahgunaan Narkoba

September 29, 2007 By: Tukang Kompor Category: Dokumentasi, HIV/AIDS, Kampanye No Comments →

Dimuat di Koran Sindo dan Bale Bengong

Dengan tubuh kurus, dada terbuka, dan leher berkalung tulisan HIV, Alex keluar dari tali rafia yang diibaratkan sebagai penjara. Dia bertemu Mega, istrinya, di luar. Namun ketika tahu bahwa Alex sudah tertular HIV, Mega menceraikan mantan pengguna narkoba itu. Tidak siap menghadapi kondisi tersebut, Alex kembali menggunakan narkoba lalu masuk penjara lagi. Tapi bukannya berhenti, Alex malah makin bebas menggunakan narkoba di penjara. Sebab peredaran narkoba di penjara justru lebih banyak dibanding di luar.

“Penjara sebagai pemberi efek jera telah gagal. Karena itu sudah seharusnya pemerintah memikirkan ulang vonis penjara sebagai hukuman bagi pecandu narkoba. Pecandu seharusnya masuk rehabilitasi, bukan penjara,” teriak Wahyu, sang narator, melalui pengeras suara.

Adegan Alex bersama Mega adalah bagian dari aksi teatrikal Ikatan Korban Napza (IKON) Bali pada Minggu (24/6) sore lalu di Lapangan Renon Denpasar. Selain aksi teatrikal, sekitar 50 pecandu aktif maupun mantan pecandu itu juga melakukan aksi bersih lingkungan dan pameran ratusan surat seruan pecandu. Menurut Koordinator IKON Bali IGN Wahyunda, aksi tersebut sebagai bagian dari upaya untuk menuntut diterapkannya vonis rehabilitasi bagi pecandu. (more…)

MESKI DITANGKAP, ANDA MASIH PUNYAK HAK!

July 19, 2007 By: Tukang Kompor Category: Advokasi, Kampanye, Penyadaran, Provokasi! No Comments →

Diolah dari berbagai sumber

Sebelum menuntut hak, kita harus sadari bahwa MENGGUNAKAN NARKOBA SECARA ILEGAL ADALAH PELANGGARAN HUKUM! Akibat pelanggaran ini Anda bisa dihukum penjara, bahkan sampai hukuman mati. Karena itu injecting drug users (IDU) rentan ditangkap polisi.

Jika Anda Ditangkap, Ingatlah!
1. Tetap tenang. Ditangkap bukan berarti kiamat. Ingat baik-baik adakah peristiwa yang berhubungan dengan penangkapan Anda.
2. Mintalah pada keluarga, teman atau orang lain untuk jadi saksi penangkapan Anda.
3. Tanyakan pada orang yang menangkap Anda. Nama, jabatan, dan instansinya.
4. Minta agar Anda bisa mem-fotokopi surat perintah penangkapan Anda. Bacalah. Apakah identitas Anda yang dimaksud dalm surat perintah itu.
5. Jika ada yang keliru, nyatakan keberatan. Tapi jangan menggunakan kekerasan. Oknum petugas biasa memancing tindak kekerasan.
6. Dalam penangkapan, biasanya disertai penggeledahan. Apabila petugas tidak punya surat penggeledahan, nyatakan keberatan.
7. Tanyakan pada petugas ke mana Anda akan dibawa. Jika boleh, mintalah orang lain untuk menemani ketika Anda dibawa demi keselamatan Anda.
8. Jangan pernah melawan petugas secara fisik. Nyatakan keberatan saja. Gunakan cara-cara damai. Kekerasan tidak menyelesaikan masalah. (more…)

Menanti Penerapan Vonis Rehabilitasi

June 30, 2007 By: Tukang Kompor Category: Advokasi, Dokumentasi, HIV/AIDS, Kampanye, Provokasi! No Comments →

Dimuat Radar Bali Juni 2007

Penularan human immunodeficiency virus (HIV), virus penyebab acquired immune deficiency syndrome (AIDS) atau sindrom menurunnya sistem kekebalan tubuh, di kalangan pengguna narkoba suntik (penasun) masih berada di urutan kedua kasus HIV/AIDS di Bali. Hingga Januari 2007 lalu, jumlah kasus HIV/AIDS di Bali sebanyak 1305 kasus. Dari jumlah tersebut, 44 persen dari kalangan heteroseksual, 41 persen dari kalangan penasun, 8 persen dari homoseksual, 7 persen tidak diketahui, dan 0,8 persen dari kelahiran.

Fakta itu mengundang keprihatinan Koordinator Ikatan Korban Napza (IKON) Bali I Gusti Ngurah Wahyunda. Menurut mantan pecandu heroin ini, banyaknya korban HIV/AIDS di kalangan penasun terjadi akibat ketidakmauan pemerintah untuk memikirkan dampak panjang vonis penjara bagi penasun. Selama ini pecandu hanya dianggap sebagai pelaku tindak kriminal. “Padahal pecandu hanya korban dari peredaran gelap narkoba,” kata Manajer Program Yakeba ini.

Wahyu yang berkali-kali kembali memakai narkoba (relapse) setelah sempat pulih itu menyatakan penjara terbukti gagal menjadi jawaban untuk memberi efek jera pada pecandu narkoba. Bukannya jera, pecandu malah menggunakan narkoba ketika di dalam. “Karena di dalam penjara memang lebih mudah mendapatkan narkoba,” Wahyu yang pernah masuk penjara gara-gara pemakaian narkoba tersebut. (more…)

Ketika Pecandu Menutut Perlindungan HAM

June 29, 2007 By: Tukang Kompor Category: Dokumentasi, Kampanye, Provokasi! No Comments →

Pernah dimuat di Bale Bengong

Tanggal 14 Desember 2006 menjadi hari bersejarah bagi gerakan pecandu di Bali. Sebab itulah saat pertama pecandu narkoba berani menunjukkan diri sebagai pecandu dengan melakukan demonstrasi ke Pengadilan Negeri Denpasar dan Kejaksaan Negeri Denpasar. Demonstrasi itu memang bukan hanya pecandu aktif, tapi ada juga yang sudah pulih dari ketergantungannya pada narkoba. Namun tetap saja sebagian besar masih aktif memakai narkoba.

Aksi dalam rangka peringatan Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Sedunia itu merupakan aksi pertama yang digelar Ikatan Korban Napza (IKON) Bali. Dalam tuntutannya mereka minta agar jaksa dan hakim mau menerapkan vonis rehabilitasi pada pecandu narkoba.

IKON Bali sendiri terbentuk pada 8 September 2006 di Denpasar, Bali. Kelompok ini berawal dari diskusi kecil tentang banyaknya pecandu narkoba yang selama ini mendapat pelanggaran HAM, terutama dari polisi. “Sebagai orang yang melakukan tindak kriminal, pecandu memang rentan mendapat pelanggaran HAM. Padahal UU sudah menjamin bahwa siapa pun itu, termasuak pecandu, harus mendapat perlindungan HAM,” kata JGN Wahyunda, Koordinator IKON Bali. (more…)

Materi Talkshow Radio IKON Bali

June 28, 2007 By: Tukang Kompor Category: Kampanye, Penyadaran 2 Comments →

Pengantar
Pada bagian ini pemateri menekankan pada pengenalan profil Ikatan Korban Napza (IKON) Bali.

Apa sih IKON itu?
IKON Bali adalah kelompok yang memperjuangkan perlindungan hak asasi manusia (HAM) bagi pecandu maupun mantan pecandu Napza. Kelompok ini didirikan mantan pecandu narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lain (Napza) maupun mereka yang masih aktif dan sedang berusaha pulih dari kecanduannya. IKON terbentuk pada 8 September 2006 di Denpasar, Bali.

Kenapa IKON berdiri?
Latar belakang berdirinya kelompok ini karena banyaknya pelanggaran HAM pada pecandu maupun mantan pecandu. Pecandu maupun mantan pecandu sebagai orang yang disangka melakukan tindak kriminal sering mendapat perlakuan tidak manusiawi dari keluarga, penegak hukum, lingkungan, maupun anggota masyarakat lain. Kelompok ini tidak mendukung atau membela tindak kriminal yang mereka lakukan tapi untuk menjamin agar sebagai manusia, pecandu dan mantan pecandu tetap dilindungi hak asasinya. (more…)

Peringati Hari Anti Narkoba, Ratusan Pecandu Tuntut Vonis Rehabilitasi

June 24, 2007 By: Tukang Kompor Category: Advokasi, Kampanye 2 Comments →

Denpasar, 24 Juni 2007.
Memperingati hari anti narkoba yang jatuh pada 26 Juni 2007, ratusan pecandu di Bali melakukan aksi damai, Minggu (24/06) sore di Lapangan Renon Denpasar. Dalam tuntutuannya, pecandu maupun mantan pecandu yang tergabung Ikatan Korban Napza (IKON) Bali itu meminta agar pemerintah segera menerapkan vonis rehabilitasi pada pecandu narkoba.

Aksi dimulai sejak pukul 15.00 wita. Ratusan pecandu dan mantan pecandu itu membentangkan sekitar 150 surat tuntutan agar vonis rehablitasi segera diterapkan. Menurut Koordinator Aksi IGN Wahyunda, surat tersebut dikumpulkan dari pecandu di Denpasar maupun Kuta. “Ini untuk menunjukkan bahwa pecandu narkoba banyak yang meningingkan agar vonis rehabilitasi bisa segera diterapkan,” kata Koordinator IKON Bali yang akrab dipanggil Wahyu tersebut.

Seruan dari pecandu itu beberapa di antaranya bertuliskan “Berikan Kami Tempat Perawatan, Berantas Pengedarnya bukan Korban Narkobanya, Dengarkan Suara Kami Bapak-bapak yang Terhormat,  dan masih banyak seruan lain yang mengajak maupun mengimbau masyarakat di lapangan tersebut. (more…)