Dengarkan Musiknya, Sampaikan Nilai Perubahan
Bila kita kerap mendengar Hak Asasi Manusia (HAM), tentunya kita jangan hanya bisa berucap. Bila kita melihat beberapa orang di sekitar kita tertindas bahkan tersingkir dari kehidupan masyarakat sosial jangan hanya melihat dan berkata “kasihan”. Bila kita memang merasa peduli terhadap apa yang terjadi di sekitar kita, sekarang saatnya kita bersuara dengan lantang. Kasihan, tidak hanya cukup dengan kasihan. Kita tidak dapat berharap bahwa perubahan akan terjadi dengan tanpa usaha. Untuk melakukan perubahan pastinya ada usaha untuk dapat mengatasi masalah diskriminasi yang terjadi pada pecandu narkoba dan orang dengan HIV/AIDS (Odha).
Berangkat dari masalah tersebut sekaligus untuk memperingati hari sumpah pemuda yang jatuh pada 28 Oktober 2007, IKON Bali akan menggelar pagelaran seni bertajuk Cinta, Damai, Peduli dan Anti Diskriminasi.
Dasar pemikiran dari kegiatan pentas musik anti diskriminasi ini bahwa pecandu dan Odha menyerukan kepada semua pihak, “Keberadaan, kehadiran kami bukanlah suatu bencana, tetapi suatu kenyataan perjalanan kehidupan yang harus kami jalankan tanpa harus mendapatkan ruang jarak, perbedaan, stigma (cap buruk)”. Pecandu dan Odha membutuhkan dukungan dari semua pihak karena bagaimanapun juga pecandu dan Odha adalah bagian dari masyarakat Indonesia.

Ikatan Korban Napza (IKON) Bali adalah kelompok yang memperjuangkan perlindungan hak asasi manusia (HAM) bagi pecandu maupun mantan pecandu Napza.Untuk mewujudkan cita-cita tersebut IKON Bali melakukannya melalui empat program utama yaitu Advokasi, Dokumentasi, Kampanye, dan Sosialisasi.