Subscribe

Archive for the ‘Kampanye’

Melawan Kejahatan HAM dengan Obor

January 13, 2008 By: Tukang Kompor Category: Dokumentasi, Kampanye No Comments →

Oleh Wayan Agus Purnomo

Sebagai bentuk keprihatinan terhadap tingginya pelanggaran HAM di China, tuan rumah Olimpiade 2008, Koalisi HAM Bali menyambut Obor HAM Estafet Global di Lapangan Puputan Badung, Sabtu 12 Januari 2008 lalu.

Koalisi ini terdiri dari beberapa elemen dan LSM yang peduli dengan pelanggaran HAM seperti LBH, PBHI, Manikaya Kauci, Yakeba, PMKRI, NIM, Mitra Kasih, Polwatch, Sandhi Murti, IKON Bali, GAYa Dewata dan GHuRe.

I Nengah Jimat, LBH Bali mengatakan acara ini dilaksanakan terkait dengan penghelatan Olimpiade China pertengahan tahun ini. Berbagai kasus pelanggaran HAM di China merupakan tanggung jawab bersama. Penyambutan obor ini bertujuan untuk menggalang kepedulian dan menggugah masyarakat Bali terhadap kondisi HAM dunia akhir-akhir ini, khususnya dalam Olimpiade Beijing. Penyelenggaraan Olimpiade ini akan menjadi momentum untuk mengingatkan dan menggugah kembali perbaikan HAM dunia yang makin memburuk, terutama di China.

(more…)

IKON Bali Activity in December

December 22, 2007 By: Tukang Kompor Category: Apa Saja, Dokumentasi, Kampanye, Penyadaran No Comments →

Sejumlah gambar kegiatan IKON Bali Desember ini. Semuanya dalam rangka hari hak asasi manusia sedunia.

world-human-rights-days4.jpg

world-human-rights-days2.jpg

world-human-rights-days1.jpg

1-dec2.jpg

Hentikan Pelanggaran HAM pada Pecandu Narkoba

December 11, 2007 By: Tukang Kompor Category: Dokumentasi, Kampanye No Comments →

Oleh Alvien Cartner

Memperingati hari hak asasi manusia (HAM) sedunia 10 Desember lalu, IKON Bali menggelar long march dan kampanye tepat pada tanggal 10 Desember 2007. Long march ini dilakukan bersama aliansi organisasi peduli HAM masyarakat lainnya seperti PBHI, Frontier, FMN dan ARDAM. Tujuan kegiatan ini selain memperingati hari HAM adalah untuk menyerukan isu-isu mengenai masalah Global Warning sehubungan dengan berlangsungnya konferensi Perubahan Iklim sedunia di Nusa Dua Bali yang diikuti kurang lebih 150 negara.

Adapun isu yang diangkat antara lain (1) Stop Pelanggaran HAM dan (2) Pengelolaan sumber daya alam untuk masyarakat. Saatnya kita menyerukan bahwa pelanggaran HAM masih ada dan terjadi di negara ini. Kita harus menanggapi dengan menyerukan bahwa pelanggaran HAM harus dihentikan dan dihapuskan dari muka bumi. Sedangkan sumber daya alam yang dimiliki negara ini sudah sepantasnya bisa diwujudkan dengan pengelolaan yang baik dan benar oleh rakyat demi kesejahteraan rakyat. Hal ini sesuai dengan UU yang menyatakan bahwa kekayaan alam digunakan untuk kepentingan rakyat.

Ironisnya justru pihak swasta asing yang mengeksploitasi dan membabat habis alam dan sumber daya di tanah air ini. Itu terlihat masih banyaknya kemiskinan dan sulitnya mencari lapangan pekerjaan. Artinya tidak ada keseimbangan dan pemerataan kesejahteraan bagi rakyat Indonesia.

(more…)

Saatnya Memutus Rantai Diskriminasi pada ODHA

December 02, 2007 By: Tukang Kompor Category: Dokumentasi, HIV/AIDS, Kampanye 1 Comment →

Oleh Alvien Cartner

Pada hari AIDS sedunia 1 Desember lalu, IKON menggelar kampanye dan bagi-bagi kondom serta brosur. Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu itu digelar sejak pukul 10.00 wita. Sekitar 30 anggota IKON berkumpul di sekretariat IKON di Jln Mertasari untuk persiapan dan dilanjutkan pada pukul 11.00 wita di depan Discovery Shopping Mall Kuta untuk membagi-bagi brosur serta kondom. Di dalam pesan-pesan orasinya Raden Danu yang bertindak sebagai Korlap pada acara ini menyampaikan bahwa HAM adalah milik semua manusia baik pecandu dan ODHA. Menurut Danu kegiatan ini bertujuan memperkenalkan IKON pada masyarakat supaya masyarakat tahu bahwa HIV/AIDS tidaklah seseram yang digosipkan. “Tidak benar bahwa pengidap HIV/AIDS harus dijauhkan dan diisolasi agar tidak menulari orang lain,” teriak Danu.

Maka dengan digelarnya kampanye ini juga diharapkan masyarakat sadar dengan informasi yang benar segala bentuk stigma dan diskriminasi pada ODHA dapat terwujud sekaligus dapat memutuskan mata rantai penularan HIV. “Kita juga harus segera memutuskan mata rantai stigma dan diskriminasi pada ODHA maupun pecandu tegasnya,” kata Danu.

Terlaksananya kegiatan peringatan hari AIDS sedunia ini tidak lepas dari kepedulian para pejuang-pejuang HAM untuk ODHA dan para pecandu yang dilanggar hak-hak azasinya oleh negara. Dari kasus yang sudah dilaporkan pada IKON, sebagian besar masih berupa tindak kekerasan pada pecandu oleh aparat penegak hukum. Ironisnya adalah cerita tentang pengalaman hidup seorang mantan pecandu yang divonis juga tertular HIV setelah tes darah. Ale (bukan nama sebenarnya) awalnya ia adalah pemakai drug putaw dengan cara menyuntikan pada lengannya dan berlangsung selama bertahun-tahun serta sering berbagi jarum suntik pada teman sesama junkie. Tanpa disadari HIV sudah menularinya.

(more…)

Institusi Negara Mudah “Dibeli”

November 28, 2007 By: Tukang Kompor Category: Advokasi, Dokumentasi, Kampanye No Comments →

Sumber Kompas

Jakarta, Kompas - Kerapuhan di birokrasi, termasuk di lembaga penegak hukum, menjadikan Indonesia dianggap sangat cocok sebagai salah satu lokasi industri narkoba internasional. Dengan kesadaran penuh, sindikat narkoba internasional memanfaatkan berbagai institusi formal negara yang mudah “dibeli”.

Hal itu dipaparkan secara terpisah oleh kriminolog dari Universitas Indonesia, yakni Erlangga Masdiana, Adrianus Meliala, dan Ronny Nitibaskara.

(more…)

LP, Sarang yang Nyaman…

November 25, 2007 By: Tukang Kompor Category: Dokumentasi, Kampanye, Penyadaran No Comments →

Sumber Kompas (24/11/2007)

Oleh Khairina dan CM Rien Kuntari

Di tengah hiruk pikuk upaya pemberantasan narkotika dan psikotropika yang luar biasa, ada satu sudut di negeri ini yang seolah “tak tersentuh” olehnya, yaitu sang bandar atau pengedar. Kenyataannya, mereka hidup sangat subur justru ketika berada di dalam penjara. Setidaknya, begitulah pengakuan satu di antara mereka….

Nama Anton Medan barangkali tetap menjadi nama yang akan tetap tersimpan rapi. Selama hidup, ia tak pernah lepas dari yang disebut penjara. Lebih dari 18 tahun dalam hidupnya ia habiskan dengan masuk keluar penjara. Dari semua sebab, yang terbesar adalah masalah narkoba.

(more…)

Di Tengah Peta Perdagangan Narkoba Dunia

November 25, 2007 By: Tukang Kompor Category: Apa Saja, Dokumentasi, Kampanye, Penyadaran No Comments →

Sumber Kompas (24/11/2007)

Oleh Windoro Adi dan Iwan Santoso

Dari dalam penjara seperti LP Salemba, Jakarta, para narapidana kasus narkoba justru semakin mudah memperoleh barang-barang terlarang, seperti sabu. Sulit dipercaya dan dicerna akal sehat, tetapi itulah kenyataan yang diakui para pengguna, pengedar, dan pihak kepolisian.

Aneh, tetapi nyata! Barangkali itulah ungkapan paling pas untuk menggambarkan situasi terkini peredaran narkoba di Tanah Air. Tak heran apabila tiga tahun lalu Indonesia belum dikenal sebagai pasar utama, tetapi sejak tahun 2005 Indonesia sudah masuk dalam tiga besar peredaran narkoba—terutama jenis sabu (crystal methamphetamine)—dunia, bersama China dan Amerika Serikat.

(more…)

Perang Melawan Narkoba

November 25, 2007 By: Tukang Kompor Category: Dokumentasi, Kampanye, Penyadaran No Comments →

Sumber Kompas (24/11/2007)

Oleh Sri Hartati Samhadi

Dunia Elsie (48) serasa runtuh dan mendadak gelap ketika ia mengetahui putra bungsu kesayangannya yang baru beranjak remaja ternyata seorang pemakai dan sudah pada tahap kecanduan akut. Narkoba kemudian menjadi mimpi buruk yang seolah tidak pernah berakhir bagi keluarga dari strata ekonomi menengah di pinggiran Jakarta ini.

Seluruh tabungan keluarga terkuras untuk biaya penyembuhan putranya. Rumah dan dua mobil hasil menabung puluhan tahun harus direlakan untuk menyembuhkan putra yang selama empat tahun harus masuk keluar panti rehabilitasi dan berkali-kali sekarat karena sakaw.

(more…)

Diskresi Kapolri Sesuai HAM

November 21, 2007 By: Tukang Kompor Category: Advokasi, Dokumentasi, Kampanye, Penyadaran, Provokasi! 1 Comment →

Sumber Jawa Pos

Pemidanaan Anak Pemakai Narkoba Bukan Jalan Terbaik

JAKARTA - Diskresi yang dikeluarkan Kapolri Jenderal Pol Sutanto agar pengusutan anak-anak korban narkoba tidak diperlakukan seperti tersangka disambut positif Jaksa Agung Hendarman Supandji. Dia menegaskan, selaku penyidik, polisi memang memiliki kewenangan diskresi yang bisa menjadi alasan pemaaf dalam penanganan kasus pidana.

Sebagaimana diberitakan kemarin (11/11), sebuah terobosan hukum di bidang pemberantasan narkoba lahir di Gedung Graha Pena Jawa Pos, Surabaya . Sabtu lalu, saat penandatanganan MoU kerja sama antara Grup Jawa Pos dengan Badan Narkotika Nasional (BNN), Sutanto menginstruksikan agar seluruh jajaran kepolisian tidak serta merta menjadikan anak di bawah umur sebagai tersangka narkoba.

“Saat ini, saya membuat diskresi bahwa para pemakai narkoba, terutama anak-anak, jangan diperlakukan seperti tersangka. Mereka lebih layak disebut korban,” kata Sutanto yang juga kepala BNN tersebut kala itu.

(more…)

Pencandu Narkoba, Korban atau Kriminal?

November 21, 2007 By: Tukang Kompor Category: Advokasi, Dokumentasi, Kampanye, Provokasi! No Comments →

Sumber Kompas

Jika Anda adalah Roy Marten, apa yang Anda butuhkan saat ini? Perawatan dan rehabilitasi, atau penjara?

Pertanyaan ini harus dijawab dengan baik karena menyangkut kepentingan manusia dan negara. Untuk itu, diperlukan argumen yang mengedepankan rasa keadilan dan kepentingan perlindungan masyarakat.

Mari mulai dengan penjara, pilihan yang lazim dilakukan. Apa manfaat penjara bagi pemakai narkoba seperti Roy Marten? Pendapat umum menyatakan, penjara memberi efek jera. Artinya, mereka yang melakukan tindakan melawan hukum akan takut mengulang perbuatannya karena tidak mau dipenjara lagi. Benarkah? Bagi pengidap masalah adiksi (judi, seks, alkohol, narkoba), pemenjaraan tidak pernah efektif. Sulit mencari bukti itu dalam literatur adiksi.

Kebutuhan akan zat atau perilaku yang digandrunginya, seperti judi, akan memberi dorongan yang amat besar sehingga mengalahkan mekanisme berpikir rasional dan rasa takut akan konsekuensinya. Karena itu, pencandu narkoba dan adiksi lain (penjudi, pemerkosa) adalah residivis paling umum di lembaga pemasyarakatan di mana pun di dunia. Pertanyaannya, mengapa?

(more…)