Subscribe

Archive for the ‘HIV/AIDS’

Sehelai Cemohan Hati

September 22, 2008 By: Tukang Kompor Category: HIV/AIDS, Penyadaran No Comments →

Oleh Raden Danoe

Seandainya aku artis terkenal
Apakah virus itu, tidak kenal mengenal
Seandainya aku sehebat pejabat
Apakah virus itu, tidak akrab berjabat
Seandainya aku aparat melarat
Apakah virus itu, tidak sarat mendarat

Dan seandainya aku kepala rumah tangga gagah
Apakah virus itu, tidak laga ramah bersinggah

Puja tak sengaja, aku semata pecandu narkoba
Hingga sehingga virus itu, datang menantang tiba-tiba
HIV bagiku riak gelombang alunan buih sepele
Karena engkau saja, nan mempaten kutukan bertele-tele

(more…)

HIV/AIDS NGOs switch strategy, embrace local communities

September 11, 2008 By: Tukang Kompor Category: HIV/AIDS, Dokumentasi, Advokasi No Comments →

Anton Muhajir , Contributor, Denpasar |Thu, 09/11/2008 11:04 AM | Surfing Bali

In response to a recent government regulation that designated state health workers as the only people officially allowed to distribute syringes and needles to IDUs (Injecting Drugs Users), Bali’s HIV/AIDS non-governmental organizations have developed a new strategy.

Prior to the issuance of the regulation, NGO outreach workers were responsible for distributing needles directly to local IDU communities that participated in government-condoned NEP (Needle Exchange Program) pilot projects.

(more…)

Melibatkan Puskesmas dan Banjar dalam Program Harm Reduction

September 10, 2008 By: Tukang Kompor Category: HIV/AIDS, Dokumentasi No Comments →

Lembaga swadaya masyarakat (LSM) pelaksana harm reduction di Bali mengubah strategi sejak awal Agustus lalu. Harm reduction adalah program pengurangan dampak buruk penularan Human Immunodeficiancy Virus (HIV), penyebab Acquired Immune Deficiancy Syndrome (AIDS), di kalangan injecting drug user (IDU). Penularan HIV terjadi akibat perilaku IDU yang memakai satu jarum secara bergantian ketika memakai heroin.

Semula, LSM-LSM pelaksana harm reduction memberikan langsung jarum suntik steril pada IDU melalui Needle Exchange Program (NEP). Tujuannya agar IDU tidak bertukar jarum suntik dengan temannya ketika menyuntikkan heroin.

(more…)

Manifesto Mexico City 2008

September 02, 2008 By: Tukang Kompor Category: HIV/AIDS, Dokumentasi, Penyadaran No Comments →

• Sebagaimana estimasi WHO bahwa saat ini ada 33 juta orang yang hidup dengan HIV dan AIDS di seluruh dunia dan hidup mereka tidak boleh di sia-siakan;
• Sebagaimana estimasi WHO bahwa ada 9,7 juta orang yang sangat membutuhkan terapi anti-retroviral (ART) saat ini;
• Sebagaimana hanya kurang dari tiga juta orang yang mempunyai akses kepada ART – serta membiarkan lebih dari enam juta orang lainnya jatuh sakit dan meninggal serta jutaan anak-anak kehilangan orang tuanya;
(more…)

Yakeba Peroleh Red Ribbon Award 2008

August 13, 2008 By: Tukang Kompor Category: HIV/AIDS, Dokumentasi No Comments →

Yayasan Kesehatan Bali (Yakeba), lembaga swadaya masyarakat yang bergerak di bidang penanggulangan HIV dan AIDS serta penyalahgunaan narkoba di Bali, memperoleh penghargaan Red Ribbon Award 2008. Penghargaan tersebut diberikan pada Direktur Yakeba Bob Monkhouse yang hadir sebagai tamu kehormatan dalam konferensi AIDS International ke-17 di Mexico City, Meksiko, Minggu, 4 Agustus 2008 lalu.

Red Ribbon Award adalah sebuah lambang yang biasa digunakan untuk sesuatu yang ada hubungannya dengan HIV/AIDS. Dikeluarkannya penghargaan ini pada saat Hari AIDS Sedunia oleh United Nations Develoment Program (UNDP), untuk memperingati usaha-usaha dari dua puluh lima komunitas organisasi yang telah bekerja keras serta berperan dalam upaya penanggulangan dampak penularan HIV dan AIDS.

Yakeba mendapat penghargaan ini karena mempunyai lima kategori ideal seperti: (1) Penyediaan akses untuk pengobatan, perawatan dan dukungan terhadap ODHA. (2) Mengampanyekan HAM dan segala sesuatu yang berhubungan dengan keadialan sosial termasuk kesetaraan, transgender, kekerasan, dan bentuk-bentuk stigma dan diskriminasi. (3) Pemberdayaan wanita-wanita dewasa serta remaja putri dan kesetaraan gender untuk penanggulangan penyebaran HIV dan AIDS. (4) Penyediaan dukungan untuk anak-anak yang terkena dampak AIDS dan anak telantar. (5) Mensosialisasikan program-program pencegahan dan layanan HIV.

(more…)

Jangan Suntikkan Subutex Biar Burung Tak Loyo

August 02, 2008 By: Tukang Kompor Category: HIV/AIDS, Penyadaran No Comments →

”Tetapkanlah dengan hati. Beralihlah dari heroin ke Subutex,” kata Denny Thong, dokter yang sudah lama menggeluti dunia adiksi.

Pertemuan klien meeting pada tanggal 27 Juni 2008 lalu di Yakeba cukup menarik. Tapi ada juga peserta yang was-was. Karena dari sekitar 30 orang yang ikut, kebanyakan berlatar belakang pecandu. Mereka juga penikmat Subutex dengan cara disuntik. Dengan cara disuntik maka nikmat rasanya seperti memakai heroin.

Padahal menggunakan Subutex dengan cara seperti itu sangat fatal akibatnya dalam waktu jangka pendek maupun jangka panjang. Misalnya akan terjadi penyumbatan pembuluh darah yang ditandai dengan urat yang tidak kelihatan lagi di kulit. “Paling fatal adalah alat kelamin bisa loyo alias impotent,” kata Deny Thong.

(more…)

Tak Selamanya Napza Harus Dijauhi

June 01, 2008 By: Tukang Kompor Category: HIV/AIDS, Kampanye No Comments →

Biar percaya diri, gaul, ngetrend, enjoy, fly, dan seterusnya adalah alasan yang selalu dipakai seseorang untuk menggunakan drug, alkohol dan zat adiktif lainnya. Hampir 70 persen atau lebih, pecandu Narkoba berasal dari kalangan remaja dan usia produktif. Sebab di usia tersebut, seseorang sangat ingin tahu dan penasaran. Namun pada akhirnya dari mencoba sekali jadi memakai dua kali. Begitu seterusnya sampai seseorang mengalami ketergantungan. Cap sebagai junkie (sampah) pun kemudian melekat pada dirinya.

Namun, anggapan itu tak selamanya benar. Tidak sedikit pula pengguna Napza yang berangkat dari keterpaksaan. Seorang warga Australia bernama Houston David (38) 17 April lalu diadili di Pengadilan Negeri Denpasar. Dalam pengakuannya, david mengaku memakai ganja sebagai obat alternatif. Dia sakit punggung. Meski sudah berobat bolak balik Bali dan Australia, namun obat-obat yang diresepkan dokter tak satu pun bisa menyembuhkan sakit yang dideritanya. David pun memilih ganja sebagai obat alternatifnya.

(more…)

Kanwil Hukum dan HAM Dukung Kampanye Vonis Rehabilitasi

March 03, 2008 By: Tukang Kompor Category: HIV/AIDS, Dokumentasi No Comments →

Sebagai gerakan advokasi hak asasi manusia (HAM) bagi pecandu narkoba, Ikatan Korban Napza (IKON) Bali terus bergerak. Misalnya pendataan pelanggaran hak-hak pecandu maupun orang degan HIV/AIDS (ODHA). Ada tiga isu utama yang saat ini dijalankan IKON yaitu Hentikan Diskriminasi, Dediskriminasi dan Anti penyiksaan. Kampanye ini diupayakan dengan berbagai usaha, baik pendekatan melalui pertemuan individu maupun berskala seminar atau lokakarya bersama instansi lembaga terkait masalah HAM seperti pihak kepolisian. Untuk melengkapi semua kegiatan tersebut IKON juga sudah sering menggelar kampanye baik berupa orasi, long march sampai ke perhelatan seni seperti kampanye musik pada November tahun lalu di wantilan DPR Renon Denpasar.

Salah satu kerja sama yang dilakukan IKON maupun Yakeba saat ini adalah dengan Departemen Hukum dan HAM. Bulan lalu IKON Bali dan Departemen Hukum dan HAM pun mendiskusikan masalah ini.

Menurut Bob Monkhouse, sebagai Ketua Yakeba, hal ini penting dilakukan karena tiap lemmbaga tidak bisa bergerak sendiri-sendiri. “Jadi kita harus bekerjasama agar tujuan kita untuk menegakkan hak-hak pecandu dapat terwujud,” katanya.

(more…)

Saatnya Memutus Rantai Diskriminasi pada ODHA

December 02, 2007 By: Tukang Kompor Category: HIV/AIDS, Dokumentasi, Kampanye 1 Comment →

Oleh Alvien Cartner

Pada hari AIDS sedunia 1 Desember lalu, IKON menggelar kampanye dan bagi-bagi kondom serta brosur. Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu itu digelar sejak pukul 10.00 wita. Sekitar 30 anggota IKON berkumpul di sekretariat IKON di Jln Mertasari untuk persiapan dan dilanjutkan pada pukul 11.00 wita di depan Discovery Shopping Mall Kuta untuk membagi-bagi brosur serta kondom. Di dalam pesan-pesan orasinya Raden Danu yang bertindak sebagai Korlap pada acara ini menyampaikan bahwa HAM adalah milik semua manusia baik pecandu dan ODHA. Menurut Danu kegiatan ini bertujuan memperkenalkan IKON pada masyarakat supaya masyarakat tahu bahwa HIV/AIDS tidaklah seseram yang digosipkan. “Tidak benar bahwa pengidap HIV/AIDS harus dijauhkan dan diisolasi agar tidak menulari orang lain,” teriak Danu.

Maka dengan digelarnya kampanye ini juga diharapkan masyarakat sadar dengan informasi yang benar segala bentuk stigma dan diskriminasi pada ODHA dapat terwujud sekaligus dapat memutuskan mata rantai penularan HIV. “Kita juga harus segera memutuskan mata rantai stigma dan diskriminasi pada ODHA maupun pecandu tegasnya,” kata Danu.

Terlaksananya kegiatan peringatan hari AIDS sedunia ini tidak lepas dari kepedulian para pejuang-pejuang HAM untuk ODHA dan para pecandu yang dilanggar hak-hak azasinya oleh negara. Dari kasus yang sudah dilaporkan pada IKON, sebagian besar masih berupa tindak kekerasan pada pecandu oleh aparat penegak hukum. Ironisnya adalah cerita tentang pengalaman hidup seorang mantan pecandu yang divonis juga tertular HIV setelah tes darah. Ale (bukan nama sebenarnya) awalnya ia adalah pemakai drug putaw dengan cara menyuntikan pada lengannya dan berlangsung selama bertahun-tahun serta sering berbagi jarum suntik pada teman sesama junkie. Tanpa disadari HIV sudah menularinya.

(more…)

Narkoba, AIDS, dan Kita

November 25, 2007 By: Tukang Kompor Category: HIV/AIDS, Dokumentasi, Penyadaran 1 Comment →

Sumber Kompas (24/11/2007)

Oleh EVY RACHMAWATI

Situasi epidemi HIV di Tanah Air kian mencemaskan. Menurut laporan tahunan terbaru dari Badan Dunia untuk Penanggulangan HIV/AIDS atau UNAIDS, Indonesia kini berada di urutan nomor satu di antara negara-negara Asia terkait dengan tingkat kecepatan laju epidemi HIV.

Saat ini di kawasan Asia diperkirakan 4,9 juta orang hidup dengan HIV/AIDS, termasuk 440.000 kasus baru pada tahun lalu. Sekitar 300.000 orang meninggal akibat berbagai penyakit terkait AIDS. Asia Tenggara sendiri memiliki tingkat prevalensi tertinggi di Asia, dengan luas wilayah endemis bervariasi antarnegara.

Ketika epidemi di Kamboja, Myanmar, dan Thailand menunjukkan penurunan prevalensi HIV, di Indonesia dan Vietnam justru meningkat pesat. Mayoritas kasus infeksi baru di Indonesia dan Vietnam disebabkan pemakaian narkotika, psikotropika, dan zat-zat adiktif lainnya (napza), terutama penggunaan jarum suntik injecting drug use (IDU), dan hubungan seks tidak aman.

(more…)