Peran Keluarga dalam Pemberantasan Narkoba
Pencegahan penyalahgunaan narkoba harus dilakukan sedini mungkin. Benteng yang kuat harus ditanamkan sejak dari rumah. Keluarga merupakan pertahanan utama agar seseorang bisa terhindar dari jeratan narkoba. Demikian yang terangkum dalam Dialog Publik “Peran Keluarga dalam Penanggulangan Bahaya Penyalahgunaan Narkoba” yang diselenggarakan di Wantilan DPRD Bali Renon Denpasar Sabtu 23 Februari 2008 kemarin.
Hadir pada kesempatan itu, Kepala Pelaksana Harian Badan Narkotika Nasional I Made Pastika sebagai pembicara tunggal dan Prof. LK Suryani sebagai moderator. Acara yang dihadiri berbagai kalangan lintas usia, mulai dari pelajar, mahasiswa, ibu rumah tangga hingga kakek-nenek terlihat meriah. Prof. Suryani menyampaikan, ada dua penyebab seseorang mengkonsumsi narkoba yaitu faktor internal dan faktor eskternal.
“Faktor internal meliputi ketidakmatangan emosi seseorang. Ketidakmatangan emosi ini dimulai sejak dalam kandungan. Misalnya, seseorang yang tidak dikehendaki kelahirannya sehingga ibu si bayi berusaha menggugurkan kandungan itu dengan cara apa saja. Hal ini akan membekas dalam hidup si bayi jika lahir,” tegas Prof. Suryani. Dia menambahkan, kemudian apakah seorang anak mendapat kasih sayang yang cukup dari orang tuanya? Menurutnya, sekarang hampir 90 persen anak-anak tidak pernah didongengkan sebelum tidur oleh ibunya dan tidak pernah makan bersama dengan orang tua. Faktor-faktor ini menyebabkan seorang anak akan mencari identitas atau keluarga baru yang mengakui eksistensinya. Kemungkinan buruk, seorang anak akan dengan mudah terjerat narkoba.

Ikatan Korban Napza (IKON) Bali adalah kelompok yang memperjuangkan perlindungan hak asasi manusia (HAM) bagi pecandu maupun mantan pecandu Napza.Untuk mewujudkan cita-cita tersebut IKON Bali melakukannya melalui empat program utama yaitu Advokasi, Dokumentasi, Kampanye, dan Sosialisasi.