Archive for December, 2007
Hentikan Pelanggaran HAM pada Pecandu Narkoba
Oleh Alvien Cartner
Memperingati hari hak asasi manusia (HAM) sedunia 10 Desember lalu, IKON Bali menggelar long march dan kampanye tepat pada tanggal 10 Desember 2007. Long march ini dilakukan bersama aliansi organisasi peduli HAM masyarakat lainnya seperti PBHI, Frontier, FMN dan ARDAM. Tujuan kegiatan ini selain memperingati hari HAM adalah untuk menyerukan isu-isu mengenai masalah Global Warning sehubungan dengan berlangsungnya konferensi Perubahan Iklim sedunia di Nusa Dua Bali yang diikuti kurang lebih 150 negara.
Adapun isu yang diangkat antara lain (1) Stop Pelanggaran HAM dan (2) Pengelolaan sumber daya alam untuk masyarakat. Saatnya kita menyerukan bahwa pelanggaran HAM masih ada dan terjadi di negara ini. Kita harus menanggapi dengan menyerukan bahwa pelanggaran HAM harus dihentikan dan dihapuskan dari muka bumi. Sedangkan sumber daya alam yang dimiliki negara ini sudah sepantasnya bisa diwujudkan dengan pengelolaan yang baik dan benar oleh rakyat demi kesejahteraan rakyat. Hal ini sesuai dengan UU yang menyatakan bahwa kekayaan alam digunakan untuk kepentingan rakyat.
Ironisnya justru pihak swasta asing yang mengeksploitasi dan membabat habis alam dan sumber daya di tanah air ini. Itu terlihat masih banyaknya kemiskinan dan sulitnya mencari lapangan pekerjaan. Artinya tidak ada keseimbangan dan pemerataan kesejahteraan bagi rakyat Indonesia.
Saatnya Memutus Rantai Diskriminasi pada ODHA
Oleh Alvien Cartner
Pada hari AIDS sedunia 1 Desember lalu, IKON menggelar kampanye dan bagi-bagi kondom serta brosur. Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu itu digelar sejak pukul 10.00 wita. Sekitar 30 anggota IKON berkumpul di sekretariat IKON di Jln Mertasari untuk persiapan dan dilanjutkan pada pukul 11.00 wita di depan Discovery Shopping Mall Kuta untuk membagi-bagi brosur serta kondom. Di dalam pesan-pesan orasinya Raden Danu yang bertindak sebagai Korlap pada acara ini menyampaikan bahwa HAM adalah milik semua manusia baik pecandu dan ODHA. Menurut Danu kegiatan ini bertujuan memperkenalkan IKON pada masyarakat supaya masyarakat tahu bahwa HIV/AIDS tidaklah seseram yang digosipkan. “Tidak benar bahwa pengidap HIV/AIDS harus dijauhkan dan diisolasi agar tidak menulari orang lain,” teriak Danu.
Maka dengan digelarnya kampanye ini juga diharapkan masyarakat sadar dengan informasi yang benar segala bentuk stigma dan diskriminasi pada ODHA dapat terwujud sekaligus dapat memutuskan mata rantai penularan HIV. “Kita juga harus segera memutuskan mata rantai stigma dan diskriminasi pada ODHA maupun pecandu tegasnya,” kata Danu.
Terlaksananya kegiatan peringatan hari AIDS sedunia ini tidak lepas dari kepedulian para pejuang-pejuang HAM untuk ODHA dan para pecandu yang dilanggar hak-hak azasinya oleh negara. Dari kasus yang sudah dilaporkan pada IKON, sebagian besar masih berupa tindak kekerasan pada pecandu oleh aparat penegak hukum. Ironisnya adalah cerita tentang pengalaman hidup seorang mantan pecandu yang divonis juga tertular HIV setelah tes darah. Ale (bukan nama sebenarnya) awalnya ia adalah pemakai drug putaw dengan cara menyuntikan pada lengannya dan berlangsung selama bertahun-tahun serta sering berbagi jarum suntik pada teman sesama junkie. Tanpa disadari HIV sudah menularinya.

Ikatan Korban Napza (IKON) Bali adalah kelompok yang memperjuangkan perlindungan hak asasi manusia (HAM) bagi pecandu maupun mantan pecandu Napza.Untuk mewujudkan cita-cita tersebut IKON Bali melakukannya melalui empat program utama yaitu Advokasi, Dokumentasi, Kampanye, dan Sosialisasi.