Subscribe

Archive for September, 2007

IKON Bali Turut Dukung Perjuangan Rakyat Myanmar

September 30, 2007 By: Tukang Propaganda Category: Provokasi!, Advokasi, Apa Saja 1 Comment →

Dimuat juga di Bale Bengong

Tindak kekerasan junta militer di Myanmar terhadap biksu, mahasiswa, dan kelompok prodemokrasi di negara yang tengah bergejolak tersebut mengundang keprihatinan kalangan aktivis di Bali. Maka, pada Minggu (30/09), kelompok yang tergabung dalam Solidaritas Kemanusiaan untuk Myanmar itu menggelar aksi damai di perempatan Matahari Denpasar.

Dalam aksinya, kelompok yang terdiri dari aktivis, mahasiswa, jurnalis, maupun kelompok prodemokrasi lain di Bali itu mengutuk tindak kekerasan junta militer pada biksu, mahasiswa, dan kelompok prodemokrasi di Myanmar. Sebagai mana diketahui, demonstrasi secara simultan oleh biksu di negara yang dipimpin rezim militer itu telah mengakibatkan korban berjatuhan. Hingga Jumat lalu, setidaknya 13 orang telah tewas akibat kekerasan oleh tentara dan polisi. Selain biksu dan mahasiswa, salah satu korban tersebut adalah wartawan.

Karena itu Solidaritas Kemanusiaan untuk Myanmar juga menuntut agar junta militer Myanmar segera menghentikan tindak kekerasan tersebut dan memberikan kebebasan berekspresi pada seluruh kelompok sipil di Myanmar. “Pemerintah Myanmar agar segera mewujudkan demokratisasi, salah satunya dengan membebaskan Aung San Suu Kyi dan seluruh aktivis prodemokrasi yang ditangkap dan ditahan oleh junta militer,” teriak Koordinator Lapangan Surya Jelantik di depan sekitar 50 massa. (more…)

Rehabilitasi sebagai Solusi Penyalahgunaan Narkoba

September 29, 2007 By: Tukang Propaganda Category: HIV/AIDS, Dokumentasi, Kampanye No Comments →

Dimuat di Koran Sindo dan Bale Bengong

Dengan tubuh kurus, dada terbuka, dan leher berkalung tulisan HIV, Alex keluar dari tali rafia yang diibaratkan sebagai penjara. Dia bertemu Mega, istrinya, di luar. Namun ketika tahu bahwa Alex sudah tertular HIV, Mega menceraikan mantan pengguna narkoba itu. Tidak siap menghadapi kondisi tersebut, Alex kembali menggunakan narkoba lalu masuk penjara lagi. Tapi bukannya berhenti, Alex malah makin bebas menggunakan narkoba di penjara. Sebab peredaran narkoba di penjara justru lebih banyak dibanding di luar.

“Penjara sebagai pemberi efek jera telah gagal. Karena itu sudah seharusnya pemerintah memikirkan ulang vonis penjara sebagai hukuman bagi pecandu narkoba. Pecandu seharusnya masuk rehabilitasi, bukan penjara,” teriak Wahyu, sang narator, melalui pengeras suara.

Adegan Alex bersama Mega adalah bagian dari aksi teatrikal Ikatan Korban Napza (IKON) Bali pada Minggu (24/6) sore lalu di Lapangan Renon Denpasar. Selain aksi teatrikal, sekitar 50 pecandu aktif maupun mantan pecandu itu juga melakukan aksi bersih lingkungan dan pameran ratusan surat seruan pecandu. Menurut Koordinator IKON Bali IGN Wahyunda, aksi tersebut sebagai bagian dari upaya untuk menuntut diterapkannya vonis rehabilitasi bagi pecandu. (more…)

Profil IKON Bali

September 28, 2007 By: Tukang Propaganda Category: Penyadaran, Apa Saja No Comments →

Ikatan Korban Napza (IKON) Bali adalah kelompok yang memperjuangkan perlindungan hak asasi manusia (HAM) bagi pecandu maupun mantan pecandu Napza. Kelompok ini didirikan mantan pecandu narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lain (Napza) maupun mereka yang masih aktif dan sedang berusaha pulih dari kecanduannya. IKON terbentuk pada 8 September 2006 di Denpasar, Bali.

Latar belakang berdirinya kelompok ini karena banyaknya pelanggaran HAM pada pecandu maupun mantan pecandu. Pecandu maupun mantan pecandu sebagai orang yang disangka melakukan tindak kriminal sering mendapat perlakuan tidak manusiawi dari keluarga, penegak hukum, lingkungan, maupun anggota masyarakat lain. Kelompok ini tidak mendukung atau membela tindak kriminal yang mereka lakukan tapi untuk menjamin agar sebagai manusia, pecandu dan mantan pecandu tetap dilindungi hak asasinya.

Perlindungan HAM, termasuk pada pecandu dan mantan pecandu tersebut, diatur dalam Undang-undang (UU) No 39 tahun 1999 yang merumuskan bahwa HAM merupakan hak dasar secara kodrati melekat pada diri manusia, bersifat universal dan langgeng, oleh karena itu harus dilindungi, dihormati, dipertahankan, dan tak boleh diabaikan, dikurangi atau dirampas oleh siapa pun dalam kondisi apa pun. Keterangan “dalam kondisi apa pun” berati meski seseorang disangka sebagai pelaku tindak pidana, bukan berarti HAM seseorang tersebut boleh dilanggar. Selain itu ada pula UU No 5 Tahun 1998 tentang Pengesahan Konvensi Menentang Penyiksaan dan Deklarasi Universal HAM (DUHAM). (more…)

Lenturnya Hukuman Dalam Perkara Narkoba di Bali

September 24, 2007 By: Tukang Propaganda Category: Apa Saja 1 Comment →

Sumber Radar Bali (24/09/2007)

Pola “Bermain” Lama Masih Dilestarikan
Memberantas peredaran narkoba di Bali bak lingkaran setan. Sayang, pola lama “permainan” hukum kasus narkoba tetap berlangsung. Susah dibuktikan, namun banyak kejanggalan atau malah meledak menjadi skandal yang mengagetkan. Lantaran kebiasaan lips service dan mental munafik aparat yang tetap lestari?

Ada banyak contoh konkret kasus narkoba yang mencengangkan. Kasus top model Australia, Michele Leslie, yang urin dan jumlah barang bukti (BB)- nya berubah. Ada lagi kasus peredaran ganja oleh gembong narkoba Arman Maulide, hingga keterlibatan KPLP Sudrajat dalam kasus sabu-sabu yang kini kasusnya masih disidik polda.

Di pengadilan Jalan Sudirman itu misalnya. Keyakinan hakim bias tiba-tiba berubah sebelum menjatuhkan vonis. Berkembang tengara, mereka yang memiliki uang dapat dengan mudah menaklukan majelis hakim. Sedangkan bagi mereka yang miskin mau tidak mau harus menanggung akibat sesuai ancaman pasal-pasal dalam UU No 22 Tahun 1997, yang mengatur narkotika dan UU No 5 Tahun 1997, tentang psikotropika. Dengan hukuman bertahun-tahun atau malah hukuman mati.

(more…)