Subscribe

Archive for the ‘Penyadaran’

Perang Melawan Narkoba

November 25, 2007 By: Tukang Kompor Category: Dokumentasi, Penyadaran, Kampanye No Comments →

Sumber Kompas (24/11/2007)

Oleh Sri Hartati Samhadi

Dunia Elsie (48) serasa runtuh dan mendadak gelap ketika ia mengetahui putra bungsu kesayangannya yang baru beranjak remaja ternyata seorang pemakai dan sudah pada tahap kecanduan akut. Narkoba kemudian menjadi mimpi buruk yang seolah tidak pernah berakhir bagi keluarga dari strata ekonomi menengah di pinggiran Jakarta ini.

Seluruh tabungan keluarga terkuras untuk biaya penyembuhan putranya. Rumah dan dua mobil hasil menabung puluhan tahun harus direlakan untuk menyembuhkan putra yang selama empat tahun harus masuk keluar panti rehabilitasi dan berkali-kali sekarat karena sakaw.

(more…)

Diskresi Kapolri Sesuai HAM

November 21, 2007 By: Tukang Kompor Category: Provokasi!, Dokumentasi, Penyadaran, Kampanye, Advokasi 1 Comment →

Sumber Jawa Pos

Pemidanaan Anak Pemakai Narkoba Bukan Jalan Terbaik

JAKARTA - Diskresi yang dikeluarkan Kapolri Jenderal Pol Sutanto agar pengusutan anak-anak korban narkoba tidak diperlakukan seperti tersangka disambut positif Jaksa Agung Hendarman Supandji. Dia menegaskan, selaku penyidik, polisi memang memiliki kewenangan diskresi yang bisa menjadi alasan pemaaf dalam penanganan kasus pidana.

Sebagaimana diberitakan kemarin (11/11), sebuah terobosan hukum di bidang pemberantasan narkoba lahir di Gedung Graha Pena Jawa Pos, Surabaya . Sabtu lalu, saat penandatanganan MoU kerja sama antara Grup Jawa Pos dengan Badan Narkotika Nasional (BNN), Sutanto menginstruksikan agar seluruh jajaran kepolisian tidak serta merta menjadikan anak di bawah umur sebagai tersangka narkoba.

“Saat ini, saya membuat diskresi bahwa para pemakai narkoba, terutama anak-anak, jangan diperlakukan seperti tersangka. Mereka lebih layak disebut korban,” kata Sutanto yang juga kepala BNN tersebut kala itu.

(more…)

Detoksifikasi yang Tidak Ada Akhir

November 06, 2007 By: Tukang Kompor Category: Penyadaran, Advokasi No Comments →

Detoksifkasi secara garis besar dalam pengertiannya adalah proses pemulihan dari ketergantungan narkoba baik tanpa menggunakan obat ataupun menggunakan obat. Dalam perkembangan jaman saat ini ada beberapa banyak pilihan macam obat yang dipakai untuk membantu dalam proses detoksifikasi yang dijalakukan oleh pengguna narkoba, salah satu diantaranya yang saat ini banyak dipakai oleh pengguna narkoba suntik (penasun) adalah buprenorfin atau yang dikenal dengan nama Subutex. Pil ini dikonsumsi dengan cara sub-lingual, dilarutkan di bawah lidah pemakainya.

Saat ini hampir sebagian besar penasun beralih penggunaan dari pemakaian heroin atau yang dikenal putaw ke Subutex. Selain harga yang relatif terjangkau dibanding harga putaw yang harus dibeli penasun seharga Rp 150.000 per paketnya dengan Subutex cukup dengan Rp 25.000 sudah bisa menutupi rasa sakit karena tidak menggunakan putaw. Murah memang tapi di balik murahnya harga Subutex tersebut menyimpan masalah baru.

Maraknya penggunaan Subutex di kalangan penasun ternyata memotivasi mereka untuk mencoba menggunakannya dengan cara berbeda. Seharusnya pil ini dilarutkan di bawah lidah tapi malah disuntikkan pada pembuluh nadi. Padahal jelas sekali bahwa penggunaan obat ini hanya bisa dipakai dengan cara melarutkan di bawah lidah. Apabila penggunaannya tidak mengikuti anjuran dokter jelas sekali pasti akan menimbulkan dampak yang negatif bagi penggunanya. Dampak negatif yang nyata sudah terjadi pada penasun yang menyalahgunakan Subutex ini adalah penyempitan pembuluh darah, kelumpuhan, urat yang tidak dapat dicari sampai berujung pada kematian.

(more…)

Dengarkan Musiknya, Sampaikan Nilai Perubahan

November 05, 2007 By: Tukang Kompor Category: Provokasi!, Penyadaran, Kampanye, Advokasi 1 Comment →

Bila kita kerap mendengar Hak Asasi Manusia (HAM), tentunya kita jangan hanya bisa berucap. Bila kita melihat beberapa orang di sekitar kita tertindas bahkan tersingkir dari kehidupan masyarakat sosial jangan hanya melihat dan berkata “kasihan”. Bila kita memang merasa peduli terhadap apa yang terjadi di sekitar kita, sekarang saatnya kita bersuara dengan lantang. Kasihan, tidak hanya cukup dengan kasihan. Kita tidak dapat berharap bahwa perubahan akan terjadi dengan tanpa usaha. Untuk melakukan perubahan pastinya ada usaha untuk dapat mengatasi masalah diskriminasi yang terjadi pada pecandu narkoba dan orang dengan HIV/AIDS (Odha).

Berangkat dari masalah tersebut sekaligus untuk memperingati hari sumpah pemuda yang jatuh pada 28 Oktober 2007, IKON Bali akan menggelar pagelaran seni bertajuk Cinta, Damai, Peduli dan Anti Diskriminasi.

Dasar pemikiran dari kegiatan pentas musik anti diskriminasi ini bahwa pecandu dan Odha menyerukan kepada semua pihak, “Keberadaan, kehadiran kami bukanlah suatu bencana, tetapi suatu kenyataan perjalanan kehidupan yang harus kami jalankan tanpa harus mendapatkan ruang jarak, perbedaan, stigma (cap buruk)”. Pecandu dan Odha membutuhkan dukungan dari semua pihak karena bagaimanapun juga pecandu dan Odha adalah bagian dari masyarakat Indonesia.

(more…)

Seruan Pecandu Menolak Diskriminasi

November 04, 2007 By: Tukang Kompor Category: Provokasi!, Penyadaran, Kampanye 1 Comment →

Press Release

Minggu, 4 November 2007, Ikatan Korban Napza (IKON) Bali menggelar pentas musik cinta, damai, peduli dan anti diskriminasi di Wantilan DPRD Bali Renon. Acara yang digelar mulai pukul 18.00 Wita sampai dengan selesai, menghadirkan band- band serta aksi teater dari segala komponen masyarakat.

Menurut Koordinator IKON Bali IGN Wahyunda pentas musik ini bertujuan untuk membangun solidaritas antar seluruh pegiat hak asasi manusia (HAM), melakukan kampanye publik anti diskriminasi dan membangun, menyebarluaskan nilai-nilai anti diskriminasi sebagai bagian dari HAM.

Acara dibuka dengan teater dari Naknik Communty, yang semua personilnya adalah anak-anak TK, SD, dan SMP. Teater selama 15 menit ini menampilkan cerita tentang mantan pecandu narkoba yang harus berjuang mendapatkan pengobatan. Setelah acara teater dari anak-anak Jl Subak Dalem V Denpasar Utara ini giliran Gung Jelantik menyampaikan orasi pada ratusan pengunjung yang hadir pada acara pentas musik malam itu.

(more…)

Selayaknya Negara Melindungi IDU

October 05, 2007 By: Tukang Kompor Category: Provokasi!, Dokumentasi, Penyadaran, Kampanye, Advokasi 1 Comment →

IGN Wahyunda

Sebagai pengguna narkotika dan zat adiktif lainnya, pecandu adalah orang-orang yang tersingkirkan dari masyarakat. Sudah cukup lama pecandu narkoba dan zat adiktif lain, terutama injecting drugs user (IDU) alias pengguna narkoba suntik (penasun) dianggap sebagai pelaku tindak kriminal. Dengan anggapan ini maka seolah-olah wajar jika IDU dipenjarakan, dibunuh, atau dilanggar hak asasinya dalam kehidupan sehari-hari, terutama saat IDU disangka melakukan tindak pidana.

Pelanggaran terhadap hak asasi manusia (HAM) ini disertai cap negatif pada IDU seperti dianggap sampah yang tidak berguna dan segala citra negatif yang melekat pada diri kami.

Jika kami tanyakan pada diri kami sendiri, apakah kami memang bercita-cita menjadi pengguna narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lain (napza)? Pastinya semua akan menjawab ”TIDAK”. Kami tidak ingin menjadi seorang pengguna napza kronis. Namun kondisi dan keadaanlah yang membuat kami menjadi ”sampah masyarakat”. Kami harus akui kekhilafan kami. Namun di sisi lain, menyalahkan kami juga tidak menyelesaikan masalah. Kami adalah korban! (more…)

Profil IKON Bali

September 28, 2007 By: Tukang Kompor Category: Penyadaran, Apa Saja No Comments →

Ikatan Korban Napza (IKON) Bali adalah kelompok yang memperjuangkan perlindungan hak asasi manusia (HAM) bagi pecandu maupun mantan pecandu Napza. Kelompok ini didirikan mantan pecandu narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lain (Napza) maupun mereka yang masih aktif dan sedang berusaha pulih dari kecanduannya. IKON terbentuk pada 8 September 2006 di Denpasar, Bali.

Latar belakang berdirinya kelompok ini karena banyaknya pelanggaran HAM pada pecandu maupun mantan pecandu. Pecandu maupun mantan pecandu sebagai orang yang disangka melakukan tindak kriminal sering mendapat perlakuan tidak manusiawi dari keluarga, penegak hukum, lingkungan, maupun anggota masyarakat lain. Kelompok ini tidak mendukung atau membela tindak kriminal yang mereka lakukan tapi untuk menjamin agar sebagai manusia, pecandu dan mantan pecandu tetap dilindungi hak asasinya.

Perlindungan HAM, termasuk pada pecandu dan mantan pecandu tersebut, diatur dalam Undang-undang (UU) No 39 tahun 1999 yang merumuskan bahwa HAM merupakan hak dasar secara kodrati melekat pada diri manusia, bersifat universal dan langgeng, oleh karena itu harus dilindungi, dihormati, dipertahankan, dan tak boleh diabaikan, dikurangi atau dirampas oleh siapa pun dalam kondisi apa pun. Keterangan “dalam kondisi apa pun” berati meski seseorang disangka sebagai pelaku tindak pidana, bukan berarti HAM seseorang tersebut boleh dilanggar. Selain itu ada pula UU No 5 Tahun 1998 tentang Pengesahan Konvensi Menentang Penyiksaan dan Deklarasi Universal HAM (DUHAM). (more…)

MESKI DITANGKAP, ANDA MASIH PUNYAK HAK!

July 19, 2007 By: Tukang Kompor Category: Provokasi!, Penyadaran, Kampanye, Advokasi No Comments →

Diolah dari berbagai sumber

Sebelum menuntut hak, kita harus sadari bahwa MENGGUNAKAN NARKOBA SECARA ILEGAL ADALAH PELANGGARAN HUKUM! Akibat pelanggaran ini Anda bisa dihukum penjara, bahkan sampai hukuman mati. Karena itu injecting drug users (IDU) rentan ditangkap polisi.

Jika Anda Ditangkap, Ingatlah!
1. Tetap tenang. Ditangkap bukan berarti kiamat. Ingat baik-baik adakah peristiwa yang berhubungan dengan penangkapan Anda.
2. Mintalah pada keluarga, teman atau orang lain untuk jadi saksi penangkapan Anda.
3. Tanyakan pada orang yang menangkap Anda. Nama, jabatan, dan instansinya.
4. Minta agar Anda bisa mem-fotokopi surat perintah penangkapan Anda. Bacalah. Apakah identitas Anda yang dimaksud dalm surat perintah itu.
5. Jika ada yang keliru, nyatakan keberatan. Tapi jangan menggunakan kekerasan. Oknum petugas biasa memancing tindak kekerasan.
6. Dalam penangkapan, biasanya disertai penggeledahan. Apabila petugas tidak punya surat penggeledahan, nyatakan keberatan.
7. Tanyakan pada petugas ke mana Anda akan dibawa. Jika boleh, mintalah orang lain untuk menemani ketika Anda dibawa demi keselamatan Anda.
8. Jangan pernah melawan petugas secara fisik. Nyatakan keberatan saja. Gunakan cara-cara damai. Kekerasan tidak menyelesaikan masalah. (more…)

Materi Talkshow Radio IKON Bali

June 28, 2007 By: Tukang Kompor Category: Penyadaran, Kampanye 2 Comments →

Pengantar
Pada bagian ini pemateri menekankan pada pengenalan profil Ikatan Korban Napza (IKON) Bali.

Apa sih IKON itu?
IKON Bali adalah kelompok yang memperjuangkan perlindungan hak asasi manusia (HAM) bagi pecandu maupun mantan pecandu Napza. Kelompok ini didirikan mantan pecandu narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lain (Napza) maupun mereka yang masih aktif dan sedang berusaha pulih dari kecanduannya. IKON terbentuk pada 8 September 2006 di Denpasar, Bali.

Kenapa IKON berdiri?
Latar belakang berdirinya kelompok ini karena banyaknya pelanggaran HAM pada pecandu maupun mantan pecandu. Pecandu maupun mantan pecandu sebagai orang yang disangka melakukan tindak kriminal sering mendapat perlakuan tidak manusiawi dari keluarga, penegak hukum, lingkungan, maupun anggota masyarakat lain. Kelompok ini tidak mendukung atau membela tindak kriminal yang mereka lakukan tapi untuk menjamin agar sebagai manusia, pecandu dan mantan pecandu tetap dilindungi hak asasinya. (more…)

Rutan dan Solusi Narapidana Narkoba

June 08, 2007 By: Tukang Kompor Category: Provokasi!, Dokumentasi, Penyadaran, Kampanye 1 Comment →

Sumber: Kompas (08/06/2007)

Oleh Pudjo Sugito

Berdasarkan hasil penelitian, terungkap bahwa 53,91 persen narapidana merupakan pengguna narkoba dan 6,76 persen sebagai pengedar. Selebihnya kombinasi antara pengguna dan pengedar. Narapidana narkoba yang tergolong criteria ini termasuk yang memiliki/ menyimpan, sebagai kurir atau pedagang perantara, ataupun yang hanya menanam ganja.

Hal yang menarik, perempuan yag didakwa sebagai pengedar proporsinya sama besar dengan perempuan pengguna. Disinyalir para pengedar kerap menggunakan jasa perempuan sebagai kurir sebagai strategi berkamuflase yang jitu untuk bisa mengelabui aparat penegak hukum. Selain itu, perempuan memiliki komitmen kuat terhadap jaringannya.

Masalah narapidana narkoba tidak memandang tingkat pendidikan. Sekitar 53,8 persen narapidana narkoba berpendidikan SLTA ke atas dan diikuti narapidana berpendidikan tamat SLTP sekitar 26,3 persen. Proporsi terkecil tidak sekolah/tidak tamat SD, sekitar 5,8 persen. Dilihat dari status perkawinan, sebagian besar narapidana narkoba berstatus belum kawin. Proporsi narapidana narkoba yang belum kawin mencapai 60,5 persen dan yang berstatus kawin mencapai 36,2 persen.

(more…)