Subscribe

Archive for the ‘Kampanye’

Tak Selamanya Napza Harus Dijauhi

June 01, 2008 By: Tukang Propaganda Category: HIV/AIDS, Kampanye No Comments →

Biar percaya diri, gaul, ngetrend, enjoy, fly, dan seterusnya adalah alasan yang selalu dipakai seseorang untuk menggunakan drug, alkohol dan zat adiktif lainnya. Hampir 70 persen atau lebih, pecandu Narkoba berasal dari kalangan remaja dan usia produktif. Sebab di usia tersebut, seseorang sangat ingin tahu dan penasaran. Namun pada akhirnya dari mencoba sekali jadi memakai dua kali. Begitu seterusnya sampai seseorang mengalami ketergantungan. Cap sebagai junkie (sampah) pun kemudian melekat pada dirinya.

Namun, anggapan itu tak selamanya benar. Tidak sedikit pula pengguna Napza yang berangkat dari keterpaksaan. Seorang warga Australia bernama Houston David (38) 17 April lalu diadili di Pengadilan Negeri Denpasar. Dalam pengakuannya, david mengaku memakai ganja sebagai obat alternatif. Dia sakit punggung. Meski sudah berobat bolak balik Bali dan Australia, namun obat-obat yang diresepkan dokter tak satu pun bisa menyembuhkan sakit yang dideritanya. David pun memilih ganja sebagai obat alternatifnya.

(more…)

IKON Bali Tuntut Penghapusan Diskriminasi

March 31, 2008 By: Tukang Propaganda Category: Dokumentasi, Kampanye No Comments →

Memperingati Hari Penghapusan Diskriminasi Sedunia 21 Maret, Ikatan Korban Napza (IKON) Bali menggelar aksi damai Minggu (30/3) hari ini di Lapangan Puputan Renon Denpasar. Aksi yang dimulai sekitar pukul 16.00 Wita ini adalah rangkaian beberapa kegiatan yang dilakukan IKON sebagai seruan untuk menghapus stigma, diskriminasi dan kekerasan pada korban narkotika, obat-obatan, dan zat adiktif lain (Napza) .

Persiapan dimulai sejak pagi di sekretariat IKON Bali yang juga kantor Yayasan Kesehatan Bali (Yakeba). Dengan berkostum kaos hitam bertuliskan “Human Right For All” para korban Napza berkumpul berbaur bersama masyarakat yang mendukung kegiatan Aksi Damai kali ini. Mereka kemudian bersama-sama menuju tempat aksi di Lapangan Renon yang biasa dipakai warga Denpasar untuk berolahraga.

Sekitar 50 korban Napza itu kemudian mengepalkan tangan ke atas serta suara lantang berkumandang menyatakan hak-hak pecandu. Dalam salah satu tuntutannya, I Gusti Ngurah Wahyunda, Koordinator IKON Bali menyatakan mereka menginginkan agar vonis rehabilitasi segera diterapkan pada pecandu Napza.

(more…)

Menuntut Vonis Rehab Bagi Pecandu!

March 26, 2008 By: Tukang Propaganda Category: Provokasi!, Kampanye No Comments →

Roy Marten menangis di sidang pengadilan. Ketika acara pemeriksaan berlangsung, artis era 1970-an sesenggukan di pengadilan. Dengan polosnya dia menjawab, dia belum bsia lepas dari ketergantungan dari narkoba. Dan dia memohon kepada majelis hakim agar tidak dijatuhi hukuman pidana melainkan divonis untuk ditempatkan di lembaga rehabilitasi.

Menurut Roy, pengalaman di penjara bukannya menghilangkan kebiasaannya mengkonsumsi sabhu-sabhu. Hal yang terjadi justru sebaliknya. Dia bisa mendapatkan dengan mudah barang haram tersebut di lembaga permasyarakatan. Akibatnya, tujuan pemidanaan yang sejatinya untuk memberi efek jera kepada pelakunya menjadi ternafikan sama sekali. Kenyataan berkata sebaliknya. Dia justru semakin tidak bisa lepas dari ketergantungan terhadap sabu-sabu.

Bisa jadi apa yang dialami oleh Roy Marten adalah refleksi yang terjadi di hampir seluruh korban penyalahgunaan narkotika. Awalnya mungkin tidak terpikir sama sekali untuk memakai narkoba karena pasti sudah tahu akibatnya. Kemudian tertarik untuk coba-coba. Selanjutnya, setelah mengetahui efek yang dirasakan setelah konsumsi narkotika berlanjut menjadi ketergantungan. Setelah ketergantungan akan melakukan apa saja untuk mendapatkan narkotika. Pertama, menjual apa saja yang dimiliki. Setelah barang-barang pribadi ludes mereka mulai menyasar barang milik keluarga atau teman dekat.

(more…)

Kapan Pecandu Dapat Rehabilitasi?

March 01, 2008 By: Tukang Propaganda Category: Kampanye, Advokasi No Comments →

Kronik Medical Person adalah istilah kedokteran yang ditujukan kepada pecandu drugs. Istilah ini mengacu pada fakta bahwa pecandu korban yang harus dilindungi atas dasar hukum juga harus dibentuk ke arah pemulihan. Karena itu ada dua proses yang dilalui oleh si pecandu yaitu di satu sisi pecandu tetap sebagai warga yang wajib mematuhi hukum yang berlaku dan di lain sisi pecandu juga berhak mendapatkan pengobatan disertai pemulihan.

Masalahnya, pecandu selama ini hanya mendapatkan stigma atau julukan sebagai biang keroknya terjadinya kriminalitas dan yang lebih parah lagi adalah sampah yang harus disingkirkan, dipenjara atau bila perlu dihapuskan dari muka bumi ini. Selama ini masyarakat banyak yang berpikiran bahwa pecandu pasti pernah melakukan tindakan kriminal. Atau suatu ketika, nanti, besok atau kapan saja di mana saja pecandu akan melakukan tindakan yang melanggar hukum. Inilah stigma yang harus dihilangkan.

Ingat!! Penjara sudah penuh. Kurang lebih 30 s/d 40 % penjara di seluruh Indonesia kebanyakan kasus narkoba dan tidak tertutup kemungkinan angka ini akan terus meningkat jika pemerintah, aparat dan pihak-pihak terkait tidak segera menanggapi, memutuskan dan merealisasikan tindakan pencegahan preventif disertai tindakan nyata untuk memberi ruang bagi pemulihan si pecandu. Memang diakui selama ini sudah dilakukan upaya-upaya preventif yang sudah dilakukan oleh BNN dan pihak kepolisian. Namun upaya seperti itu saja sepertinya tidak membuat masalah menjadi selesai, ketika informasi dan edukasi mengenai pencegahan narkoba gencar-gencarnya disosialisasikan toh tetap saja stigma dan diskriminasi bagi pecandu tetap saja berlaku.

Ironisnya solusi terakhir yaitu penjara malah menjadi ajang tempat peredaran narkoba yang aman. Satu hal yang memprihatinkan baru-baru ini terjadi di Lapas Kerobokan yaitu ketika sipir penjara yang seharusnya sebagai pembina dan panutan oleh warga binaan Lapas malah jadi pengedar narkoba. Sungguh memalukan. Dan itu artinya lagi-lagi pecandu bukan diberi solusi untuk pulih terlebih lagi menjadi jera dan tobat tapi justru terjerumus lebih dalam ke jurang kelam tanpa harapan yang akhirnya sia-sia.

(more…)

Melawan Kejahatan HAM dengan Obor

January 13, 2008 By: Tukang Propaganda Category: Dokumentasi, Kampanye No Comments →

Oleh Wayan Agus Purnomo

Sebagai bentuk keprihatinan terhadap tingginya pelanggaran HAM di China, tuan rumah Olimpiade 2008, Koalisi HAM Bali menyambut Obor HAM Estafet Global di Lapangan Puputan Badung, Sabtu 12 Januari 2008 lalu.

Koalisi ini terdiri dari beberapa elemen dan LSM yang peduli dengan pelanggaran HAM seperti LBH, PBHI, Manikaya Kauci, Yakeba, PMKRI, NIM, Mitra Kasih, Polwatch, Sandhi Murti, IKON Bali, GAYa Dewata dan GHuRe.

I Nengah Jimat, LBH Bali mengatakan acara ini dilaksanakan terkait dengan penghelatan Olimpiade China pertengahan tahun ini. Berbagai kasus pelanggaran HAM di China merupakan tanggung jawab bersama. Penyambutan obor ini bertujuan untuk menggalang kepedulian dan menggugah masyarakat Bali terhadap kondisi HAM dunia akhir-akhir ini, khususnya dalam Olimpiade Beijing. Penyelenggaraan Olimpiade ini akan menjadi momentum untuk mengingatkan dan menggugah kembali perbaikan HAM dunia yang makin memburuk, terutama di China.

(more…)

IKON Bali Activity in December

December 22, 2007 By: Tukang Propaganda Category: Dokumentasi, Penyadaran, Kampanye, Apa Saja No Comments →

Sejumlah gambar kegiatan IKON Bali Desember ini. Semuanya dalam rangka hari hak asasi manusia sedunia.

world-human-rights-days4.jpg

world-human-rights-days2.jpg

world-human-rights-days1.jpg

1-dec2.jpg

Hentikan Pelanggaran HAM pada Pecandu Narkoba

December 11, 2007 By: Tukang Propaganda Category: Dokumentasi, Kampanye No Comments →

Oleh Alvien Cartner

Memperingati hari hak asasi manusia (HAM) sedunia 10 Desember lalu, IKON Bali menggelar long march dan kampanye tepat pada tanggal 10 Desember 2007. Long march ini dilakukan bersama aliansi organisasi peduli HAM masyarakat lainnya seperti PBHI, Frontier, FMN dan ARDAM. Tujuan kegiatan ini selain memperingati hari HAM adalah untuk menyerukan isu-isu mengenai masalah Global Warning sehubungan dengan berlangsungnya konferensi Perubahan Iklim sedunia di Nusa Dua Bali yang diikuti kurang lebih 150 negara.

Adapun isu yang diangkat antara lain (1) Stop Pelanggaran HAM dan (2) Pengelolaan sumber daya alam untuk masyarakat. Saatnya kita menyerukan bahwa pelanggaran HAM masih ada dan terjadi di negara ini. Kita harus menanggapi dengan menyerukan bahwa pelanggaran HAM harus dihentikan dan dihapuskan dari muka bumi. Sedangkan sumber daya alam yang dimiliki negara ini sudah sepantasnya bisa diwujudkan dengan pengelolaan yang baik dan benar oleh rakyat demi kesejahteraan rakyat. Hal ini sesuai dengan UU yang menyatakan bahwa kekayaan alam digunakan untuk kepentingan rakyat.

Ironisnya justru pihak swasta asing yang mengeksploitasi dan membabat habis alam dan sumber daya di tanah air ini. Itu terlihat masih banyaknya kemiskinan dan sulitnya mencari lapangan pekerjaan. Artinya tidak ada keseimbangan dan pemerataan kesejahteraan bagi rakyat Indonesia.

(more…)

Saatnya Memutus Rantai Diskriminasi pada ODHA

December 02, 2007 By: Tukang Propaganda Category: HIV/AIDS, Dokumentasi, Kampanye 1 Comment →

Oleh Alvien Cartner

Pada hari AIDS sedunia 1 Desember lalu, IKON menggelar kampanye dan bagi-bagi kondom serta brosur. Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu itu digelar sejak pukul 10.00 wita. Sekitar 30 anggota IKON berkumpul di sekretariat IKON di Jln Mertasari untuk persiapan dan dilanjutkan pada pukul 11.00 wita di depan Discovery Shopping Mall Kuta untuk membagi-bagi brosur serta kondom. Di dalam pesan-pesan orasinya Raden Danu yang bertindak sebagai Korlap pada acara ini menyampaikan bahwa HAM adalah milik semua manusia baik pecandu dan ODHA. Menurut Danu kegiatan ini bertujuan memperkenalkan IKON pada masyarakat supaya masyarakat tahu bahwa HIV/AIDS tidaklah seseram yang digosipkan. “Tidak benar bahwa pengidap HIV/AIDS harus dijauhkan dan diisolasi agar tidak menulari orang lain,” teriak Danu.

Maka dengan digelarnya kampanye ini juga diharapkan masyarakat sadar dengan informasi yang benar segala bentuk stigma dan diskriminasi pada ODHA dapat terwujud sekaligus dapat memutuskan mata rantai penularan HIV. “Kita juga harus segera memutuskan mata rantai stigma dan diskriminasi pada ODHA maupun pecandu tegasnya,” kata Danu.

Terlaksananya kegiatan peringatan hari AIDS sedunia ini tidak lepas dari kepedulian para pejuang-pejuang HAM untuk ODHA dan para pecandu yang dilanggar hak-hak azasinya oleh negara. Dari kasus yang sudah dilaporkan pada IKON, sebagian besar masih berupa tindak kekerasan pada pecandu oleh aparat penegak hukum. Ironisnya adalah cerita tentang pengalaman hidup seorang mantan pecandu yang divonis juga tertular HIV setelah tes darah. Ale (bukan nama sebenarnya) awalnya ia adalah pemakai drug putaw dengan cara menyuntikan pada lengannya dan berlangsung selama bertahun-tahun serta sering berbagi jarum suntik pada teman sesama junkie. Tanpa disadari HIV sudah menularinya.

(more…)

Institusi Negara Mudah “Dibeli”

November 28, 2007 By: Tukang Propaganda Category: Dokumentasi, Kampanye, Advokasi No Comments →

Sumber Kompas

Jakarta, Kompas - Kerapuhan di birokrasi, termasuk di lembaga penegak hukum, menjadikan Indonesia dianggap sangat cocok sebagai salah satu lokasi industri narkoba internasional. Dengan kesadaran penuh, sindikat narkoba internasional memanfaatkan berbagai institusi formal negara yang mudah “dibeli”.

Hal itu dipaparkan secara terpisah oleh kriminolog dari Universitas Indonesia, yakni Erlangga Masdiana, Adrianus Meliala, dan Ronny Nitibaskara.

(more…)

LP, Sarang yang Nyaman…

November 25, 2007 By: Tukang Propaganda Category: Dokumentasi, Penyadaran, Kampanye No Comments →

Sumber Kompas (24/11/2007)

Oleh Khairina dan CM Rien Kuntari

Di tengah hiruk pikuk upaya pemberantasan narkotika dan psikotropika yang luar biasa, ada satu sudut di negeri ini yang seolah “tak tersentuh” olehnya, yaitu sang bandar atau pengedar. Kenyataannya, mereka hidup sangat subur justru ketika berada di dalam penjara. Setidaknya, begitulah pengakuan satu di antara mereka….

Nama Anton Medan barangkali tetap menjadi nama yang akan tetap tersimpan rapi. Selama hidup, ia tak pernah lepas dari yang disebut penjara. Lebih dari 18 tahun dalam hidupnya ia habiskan dengan masuk keluar penjara. Dari semua sebab, yang terbesar adalah masalah narkoba.

(more…)