Tak Selamanya Napza Harus Dijauhi
Biar percaya diri, gaul, ngetrend, enjoy, fly, dan seterusnya adalah alasan yang selalu dipakai seseorang untuk menggunakan drug, alkohol dan zat adiktif lainnya. Hampir 70 persen atau lebih, pecandu Narkoba berasal dari kalangan remaja dan usia produktif. Sebab di usia tersebut, seseorang sangat ingin tahu dan penasaran. Namun pada akhirnya dari mencoba sekali jadi memakai dua kali. Begitu seterusnya sampai seseorang mengalami ketergantungan. Cap sebagai junkie (sampah) pun kemudian melekat pada dirinya.
Namun, anggapan itu tak selamanya benar. Tidak sedikit pula pengguna Napza yang berangkat dari keterpaksaan. Seorang warga Australia bernama Houston David (38) 17 April lalu diadili di Pengadilan Negeri Denpasar. Dalam pengakuannya, david mengaku memakai ganja sebagai obat alternatif. Dia sakit punggung. Meski sudah berobat bolak balik Bali dan Australia, namun obat-obat yang diresepkan dokter tak satu pun bisa menyembuhkan sakit yang dideritanya. David pun memilih ganja sebagai obat alternatifnya.

Ikatan Korban Napza (IKON) Bali adalah kelompok yang memperjuangkan perlindungan hak asasi manusia (HAM) bagi pecandu maupun mantan pecandu Napza.Untuk mewujudkan cita-cita tersebut IKON Bali melakukannya melalui empat program utama yaitu Advokasi, Dokumentasi, Kampanye, dan Sosialisasi.