Subscribe

Archive for March, 2008

IKON Bali Tuntut Penghapusan Diskriminasi

March 31, 2008 By: Tukang Kompor Category: Dokumentasi, Kampanye No Comments →

Memperingati Hari Penghapusan Diskriminasi Sedunia 21 Maret, Ikatan Korban Napza (IKON) Bali menggelar aksi damai Minggu (30/3) hari ini di Lapangan Puputan Renon Denpasar. Aksi yang dimulai sekitar pukul 16.00 Wita ini adalah rangkaian beberapa kegiatan yang dilakukan IKON sebagai seruan untuk menghapus stigma, diskriminasi dan kekerasan pada korban narkotika, obat-obatan, dan zat adiktif lain (Napza) .

Persiapan dimulai sejak pagi di sekretariat IKON Bali yang juga kantor Yayasan Kesehatan Bali (Yakeba). Dengan berkostum kaos hitam bertuliskan “Human Right For All” para korban Napza berkumpul berbaur bersama masyarakat yang mendukung kegiatan Aksi Damai kali ini. Mereka kemudian bersama-sama menuju tempat aksi di Lapangan Renon yang biasa dipakai warga Denpasar untuk berolahraga.

Sekitar 50 korban Napza itu kemudian mengepalkan tangan ke atas serta suara lantang berkumandang menyatakan hak-hak pecandu. Dalam salah satu tuntutannya, I Gusti Ngurah Wahyunda, Koordinator IKON Bali menyatakan mereka menginginkan agar vonis rehabilitasi segera diterapkan pada pecandu Napza.

(more…)

Menuntut Vonis Rehab Bagi Pecandu!

March 26, 2008 By: Tukang Kompor Category: Provokasi!, Kampanye No Comments →

Roy Marten menangis di sidang pengadilan. Ketika acara pemeriksaan berlangsung, artis era 1970-an sesenggukan di pengadilan. Dengan polosnya dia menjawab, dia belum bsia lepas dari ketergantungan dari narkoba. Dan dia memohon kepada majelis hakim agar tidak dijatuhi hukuman pidana melainkan divonis untuk ditempatkan di lembaga rehabilitasi.

Menurut Roy, pengalaman di penjara bukannya menghilangkan kebiasaannya mengkonsumsi sabhu-sabhu. Hal yang terjadi justru sebaliknya. Dia bisa mendapatkan dengan mudah barang haram tersebut di lembaga permasyarakatan. Akibatnya, tujuan pemidanaan yang sejatinya untuk memberi efek jera kepada pelakunya menjadi ternafikan sama sekali. Kenyataan berkata sebaliknya. Dia justru semakin tidak bisa lepas dari ketergantungan terhadap sabu-sabu.

Bisa jadi apa yang dialami oleh Roy Marten adalah refleksi yang terjadi di hampir seluruh korban penyalahgunaan narkotika. Awalnya mungkin tidak terpikir sama sekali untuk memakai narkoba karena pasti sudah tahu akibatnya. Kemudian tertarik untuk coba-coba. Selanjutnya, setelah mengetahui efek yang dirasakan setelah konsumsi narkotika berlanjut menjadi ketergantungan. Setelah ketergantungan akan melakukan apa saja untuk mendapatkan narkotika. Pertama, menjual apa saja yang dimiliki. Setelah barang-barang pribadi ludes mereka mulai menyasar barang milik keluarga atau teman dekat.

(more…)

Aksi IKON Menolak Kriminalisasi Pecandu

March 18, 2008 By: Tukang Kompor Category: Apa Saja No Comments →

Kuta sore itu masih tetap ramai. Pedagang acung menjajakan dagangannya. Turis-turis masih asyik berjemur menikmati matahari sore. Di depan Hard Rock Cafe, Martin, seorang petugas lapangan IKON, sedang menyiapkan spanduk. Beberapa kawannya terlihat sibuk. Ada yang bersiap membentangkan spanduk. Namun tidak sedikit pula yang menikmati makanan yang dijajakan pedagang asongan.

Begitu spanduk dibentangkan, terlihat isi tulisannya; “Hentikan! Stigma, Diskriminasi dan Kekerasan terhadap Pecandu dan Orang yang Terinfeksi HIV/AIDS”. Tidak hanya itu ada juga spanduk lain yang berbunyi, “Penjara Bukan Solusi untuk Pecandu Narkoba”. Ketiga, diatas spanduk berwarna merah tertulis, “Hindari HIV Bukan Orangnya”.

Ketika pengunjung pantai mulai melirik kampanye ini, tiba-tiba petugas pantai Kuta menghampiri mereka. Petugas dengan seragam bertuliskan Satgas Desa Adat Kuta bertanya kepada koordinator acara kampanye ini. “Ada apa ini? Apakah sudah mendapatkan ijin kampanye di sini?” Ketika mengetahui kegiatan ini belum mengantongi ijin dari pihak berwenang, Satgas itu meminta dengan tegas peserta kampanye menggulung spanduk.

(more…)

Fariz R.M. Lanjutkan Hukuman di RS

March 11, 2008 By: Tukang Kompor Category: Dokumentasi 1 Comment →

Sumber JawaPos/Selasa, 11 Mar 2008,

JAKARTA - Sidang putusan pemusik Fariz Rustam Munaf, 47, berlangsung penuh haru di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan kemarin (10/3). Ucap syukur terlontar dari mulut Fariz saat dirinya dijatuhi vonis hukuman delapan bulan potong masa tahanan lima bulan yang sudah dijalani.
(more…)

Pemberantasan Narkoba Perlu Terobosan Baru

March 10, 2008 By: Tukang Kompor Category: Apa Saja No Comments →

Bahaya narkoba mengancam kita semua. Barangkali banyak yang tidak sadar kalau peredaran narkba sudah sedemikian menggurita. Segmentasinya tidak lagi kalangan ertentu, tetapi sudah merambah lintas usia. Tidak peduli gender, profesi, usia atau status sosial. Kasarnya: narkoba ada di sekitar kita. Berdasarkan data Badan Narkotika Nasional 2002 saja, di Jakarta jumlah anak sekolah dasar yang kecanduan mencapai angka 900 orang. Jika dijumlahkan dengan jumlah anak SD dari daerah lain maka angkanya bisa mencapai tiga digit. Sangat memprihatinkan memang.
(more…)

Kanwil Hukum dan HAM Dukung Kampanye Vonis Rehabilitasi

March 03, 2008 By: Tukang Kompor Category: HIV/AIDS, Dokumentasi No Comments →

Sebagai gerakan advokasi hak asasi manusia (HAM) bagi pecandu narkoba, Ikatan Korban Napza (IKON) Bali terus bergerak. Misalnya pendataan pelanggaran hak-hak pecandu maupun orang degan HIV/AIDS (ODHA). Ada tiga isu utama yang saat ini dijalankan IKON yaitu Hentikan Diskriminasi, Dediskriminasi dan Anti penyiksaan. Kampanye ini diupayakan dengan berbagai usaha, baik pendekatan melalui pertemuan individu maupun berskala seminar atau lokakarya bersama instansi lembaga terkait masalah HAM seperti pihak kepolisian. Untuk melengkapi semua kegiatan tersebut IKON juga sudah sering menggelar kampanye baik berupa orasi, long march sampai ke perhelatan seni seperti kampanye musik pada November tahun lalu di wantilan DPR Renon Denpasar.

Salah satu kerja sama yang dilakukan IKON maupun Yakeba saat ini adalah dengan Departemen Hukum dan HAM. Bulan lalu IKON Bali dan Departemen Hukum dan HAM pun mendiskusikan masalah ini.

Menurut Bob Monkhouse, sebagai Ketua Yakeba, hal ini penting dilakukan karena tiap lemmbaga tidak bisa bergerak sendiri-sendiri. “Jadi kita harus bekerjasama agar tujuan kita untuk menegakkan hak-hak pecandu dapat terwujud,” katanya.

(more…)

Kapan Pecandu Dapat Rehabilitasi?

March 01, 2008 By: Tukang Kompor Category: Kampanye, Advokasi No Comments →

Kronik Medical Person adalah istilah kedokteran yang ditujukan kepada pecandu drugs. Istilah ini mengacu pada fakta bahwa pecandu korban yang harus dilindungi atas dasar hukum juga harus dibentuk ke arah pemulihan. Karena itu ada dua proses yang dilalui oleh si pecandu yaitu di satu sisi pecandu tetap sebagai warga yang wajib mematuhi hukum yang berlaku dan di lain sisi pecandu juga berhak mendapatkan pengobatan disertai pemulihan.

Masalahnya, pecandu selama ini hanya mendapatkan stigma atau julukan sebagai biang keroknya terjadinya kriminalitas dan yang lebih parah lagi adalah sampah yang harus disingkirkan, dipenjara atau bila perlu dihapuskan dari muka bumi ini. Selama ini masyarakat banyak yang berpikiran bahwa pecandu pasti pernah melakukan tindakan kriminal. Atau suatu ketika, nanti, besok atau kapan saja di mana saja pecandu akan melakukan tindakan yang melanggar hukum. Inilah stigma yang harus dihilangkan.

Ingat!! Penjara sudah penuh. Kurang lebih 30 s/d 40 % penjara di seluruh Indonesia kebanyakan kasus narkoba dan tidak tertutup kemungkinan angka ini akan terus meningkat jika pemerintah, aparat dan pihak-pihak terkait tidak segera menanggapi, memutuskan dan merealisasikan tindakan pencegahan preventif disertai tindakan nyata untuk memberi ruang bagi pemulihan si pecandu. Memang diakui selama ini sudah dilakukan upaya-upaya preventif yang sudah dilakukan oleh BNN dan pihak kepolisian. Namun upaya seperti itu saja sepertinya tidak membuat masalah menjadi selesai, ketika informasi dan edukasi mengenai pencegahan narkoba gencar-gencarnya disosialisasikan toh tetap saja stigma dan diskriminasi bagi pecandu tetap saja berlaku.

Ironisnya solusi terakhir yaitu penjara malah menjadi ajang tempat peredaran narkoba yang aman. Satu hal yang memprihatinkan baru-baru ini terjadi di Lapas Kerobokan yaitu ketika sipir penjara yang seharusnya sebagai pembina dan panutan oleh warga binaan Lapas malah jadi pengedar narkoba. Sungguh memalukan. Dan itu artinya lagi-lagi pecandu bukan diberi solusi untuk pulih terlebih lagi menjadi jera dan tobat tapi justru terjerumus lebih dalam ke jurang kelam tanpa harapan yang akhirnya sia-sia.

(more…)