Subscribe

Archive for June, 2007

Menanti Penerapan Vonis Rehabilitasi

June 30, 2007 By: Tukang Kompor Category: Provokasi!, HIV/AIDS, Dokumentasi, Kampanye, Advokasi No Comments →

Dimuat Radar Bali Juni 2007

Penularan human immunodeficiency virus (HIV), virus penyebab acquired immune deficiency syndrome (AIDS) atau sindrom menurunnya sistem kekebalan tubuh, di kalangan pengguna narkoba suntik (penasun) masih berada di urutan kedua kasus HIV/AIDS di Bali. Hingga Januari 2007 lalu, jumlah kasus HIV/AIDS di Bali sebanyak 1305 kasus. Dari jumlah tersebut, 44 persen dari kalangan heteroseksual, 41 persen dari kalangan penasun, 8 persen dari homoseksual, 7 persen tidak diketahui, dan 0,8 persen dari kelahiran.

Fakta itu mengundang keprihatinan Koordinator Ikatan Korban Napza (IKON) Bali I Gusti Ngurah Wahyunda. Menurut mantan pecandu heroin ini, banyaknya korban HIV/AIDS di kalangan penasun terjadi akibat ketidakmauan pemerintah untuk memikirkan dampak panjang vonis penjara bagi penasun. Selama ini pecandu hanya dianggap sebagai pelaku tindak kriminal. “Padahal pecandu hanya korban dari peredaran gelap narkoba,” kata Manajer Program Yakeba ini.

Wahyu yang berkali-kali kembali memakai narkoba (relapse) setelah sempat pulih itu menyatakan penjara terbukti gagal menjadi jawaban untuk memberi efek jera pada pecandu narkoba. Bukannya jera, pecandu malah menggunakan narkoba ketika di dalam. “Karena di dalam penjara memang lebih mudah mendapatkan narkoba,” Wahyu yang pernah masuk penjara gara-gara pemakaian narkoba tersebut. (more…)

Ketika Pecandu Menutut Perlindungan HAM

June 29, 2007 By: Tukang Kompor Category: Provokasi!, Dokumentasi, Kampanye No Comments →

Pernah dimuat di Bale Bengong

Tanggal 14 Desember 2006 menjadi hari bersejarah bagi gerakan pecandu di Bali. Sebab itulah saat pertama pecandu narkoba berani menunjukkan diri sebagai pecandu dengan melakukan demonstrasi ke Pengadilan Negeri Denpasar dan Kejaksaan Negeri Denpasar. Demonstrasi itu memang bukan hanya pecandu aktif, tapi ada juga yang sudah pulih dari ketergantungannya pada narkoba. Namun tetap saja sebagian besar masih aktif memakai narkoba.

Aksi dalam rangka peringatan Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Sedunia itu merupakan aksi pertama yang digelar Ikatan Korban Napza (IKON) Bali. Dalam tuntutannya mereka minta agar jaksa dan hakim mau menerapkan vonis rehabilitasi pada pecandu narkoba.

IKON Bali sendiri terbentuk pada 8 September 2006 di Denpasar, Bali. Kelompok ini berawal dari diskusi kecil tentang banyaknya pecandu narkoba yang selama ini mendapat pelanggaran HAM, terutama dari polisi. “Sebagai orang yang melakukan tindak kriminal, pecandu memang rentan mendapat pelanggaran HAM. Padahal UU sudah menjamin bahwa siapa pun itu, termasuak pecandu, harus mendapat perlindungan HAM,” kata JGN Wahyunda, Koordinator IKON Bali. (more…)

Materi Talkshow Radio IKON Bali

June 28, 2007 By: Tukang Kompor Category: Penyadaran, Kampanye 2 Comments →

Pengantar
Pada bagian ini pemateri menekankan pada pengenalan profil Ikatan Korban Napza (IKON) Bali.

Apa sih IKON itu?
IKON Bali adalah kelompok yang memperjuangkan perlindungan hak asasi manusia (HAM) bagi pecandu maupun mantan pecandu Napza. Kelompok ini didirikan mantan pecandu narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lain (Napza) maupun mereka yang masih aktif dan sedang berusaha pulih dari kecanduannya. IKON terbentuk pada 8 September 2006 di Denpasar, Bali.

Kenapa IKON berdiri?
Latar belakang berdirinya kelompok ini karena banyaknya pelanggaran HAM pada pecandu maupun mantan pecandu. Pecandu maupun mantan pecandu sebagai orang yang disangka melakukan tindak kriminal sering mendapat perlakuan tidak manusiawi dari keluarga, penegak hukum, lingkungan, maupun anggota masyarakat lain. Kelompok ini tidak mendukung atau membela tindak kriminal yang mereka lakukan tapi untuk menjamin agar sebagai manusia, pecandu dan mantan pecandu tetap dilindungi hak asasinya. (more…)

Peringati Hari Anti Narkoba, Ratusan Pecandu Tuntut Vonis Rehabilitasi

June 24, 2007 By: Tukang Kompor Category: Kampanye, Advokasi 2 Comments →

Denpasar, 24 Juni 2007.
Memperingati hari anti narkoba yang jatuh pada 26 Juni 2007, ratusan pecandu di Bali melakukan aksi damai, Minggu (24/06) sore di Lapangan Renon Denpasar. Dalam tuntutuannya, pecandu maupun mantan pecandu yang tergabung Ikatan Korban Napza (IKON) Bali itu meminta agar pemerintah segera menerapkan vonis rehabilitasi pada pecandu narkoba.

Aksi dimulai sejak pukul 15.00 wita. Ratusan pecandu dan mantan pecandu itu membentangkan sekitar 150 surat tuntutan agar vonis rehablitasi segera diterapkan. Menurut Koordinator Aksi IGN Wahyunda, surat tersebut dikumpulkan dari pecandu di Denpasar maupun Kuta. “Ini untuk menunjukkan bahwa pecandu narkoba banyak yang meningingkan agar vonis rehabilitasi bisa segera diterapkan,” kata Koordinator IKON Bali yang akrab dipanggil Wahyu tersebut.

Seruan dari pecandu itu beberapa di antaranya bertuliskan “Berikan Kami Tempat Perawatan, Berantas Pengedarnya bukan Korban Narkobanya, Dengarkan Suara Kami Bapak-bapak yang Terhormat,  dan masih banyak seruan lain yang mengajak maupun mengimbau masyarakat di lapangan tersebut. (more…)

Rutan dan Solusi Narapidana Narkoba

June 08, 2007 By: Tukang Kompor Category: Provokasi!, Dokumentasi, Penyadaran, Kampanye 1 Comment →

Sumber: Kompas (08/06/2007)

Oleh Pudjo Sugito

Berdasarkan hasil penelitian, terungkap bahwa 53,91 persen narapidana merupakan pengguna narkoba dan 6,76 persen sebagai pengedar. Selebihnya kombinasi antara pengguna dan pengedar. Narapidana narkoba yang tergolong criteria ini termasuk yang memiliki/ menyimpan, sebagai kurir atau pedagang perantara, ataupun yang hanya menanam ganja.

Hal yang menarik, perempuan yag didakwa sebagai pengedar proporsinya sama besar dengan perempuan pengguna. Disinyalir para pengedar kerap menggunakan jasa perempuan sebagai kurir sebagai strategi berkamuflase yang jitu untuk bisa mengelabui aparat penegak hukum. Selain itu, perempuan memiliki komitmen kuat terhadap jaringannya.

Masalah narapidana narkoba tidak memandang tingkat pendidikan. Sekitar 53,8 persen narapidana narkoba berpendidikan SLTA ke atas dan diikuti narapidana berpendidikan tamat SLTP sekitar 26,3 persen. Proporsi terkecil tidak sekolah/tidak tamat SD, sekitar 5,8 persen. Dilihat dari status perkawinan, sebagian besar narapidana narkoba berstatus belum kawin. Proporsi narapidana narkoba yang belum kawin mencapai 60,5 persen dan yang berstatus kawin mencapai 36,2 persen.

(more…)