Subutex Akan Diganti dengan Suboxone
Sumber aids-ina@yahoogroups.com
Subutex akan ditarik dari pasaran di Indonesia mulai akhir bulan ini. Menurut Thierry Powis, Presdir PT Schering-Plough Indonesia, obat ini, yang dipakai sebagai pengganti heroin dalam terapi substitusi untuk pecandu, akan diganti dengan Suboxone.
Suboxone, seperti Subutex, mengandung buprenorfin, tetapi juga mengandung nalokson (Narcan). Nalokson adalah obat yang dipakai untuk langsung melawan dengan opiat (antagonis) dalam kasus overdosis heroin, dan hanya efektif bila disuntik dalam darah. Oleh karena itu, bila Suboxone disuntik, efek buprenorfin dilawan oleh nalokson, sehingga efek buprenofin hilang total. Namun, karena nalokson tidak bekerja bila dipakai per oral, Suboxone tetap efektif bila dipakai sebagaimana mestinya, dengan ditahan di awah lidah.
Keputusan untuk mengganti Subutex dengan Suboxone diambil karena ada bukti bahwa semakin banyak orang memakai Subutex dengan cara suntikan. Mereka membubuk tablet Subutex, mencampur bubuk dengan air (Subutex tidak melarut dalam air), kemudian menyuntik cairan ini. Selain tetap ada risiko menular HIV dan virus hepatitis dengan cara ini, juga ada risiko masalah dalam aliran darah bila bubuknya tidak dibuat sangat halus. Karena Suboxone tidak memberi efek bila disuntik, dianggap penggantian ini akan membantu mencegah penularan HIV dan masalah kesehatan lain akibat suntikan.
Menurut Thierry, walau biasanya Suboxone lebih mahal, di Indonesia obat ini akan dijual dengan harga kurang lebih sama dengan Subutex.

Ikatan Korban Napza (IKON) Bali adalah kelompok yang memperjuangkan perlindungan hak asasi manusia (HAM) bagi pecandu maupun mantan pecandu Napza.Untuk mewujudkan cita-cita tersebut IKON Bali melakukannya melalui empat program utama yaitu Advokasi, Dokumentasi, Kampanye, dan Sosialisasi.