April 04, 2008
By: Tukang Propaganda
Category: Advokasi
Pernyataan Sikap Ikatan Korban Napza (IKON) Bali dalam Rangka kegiatan Renungan Perjalanan Korban Napza
Kehidupan seorang yang terjebak dalam belenggu Napza bagaikan pepatah “sudah jatuh tertimpa tangga”. Manusia yang awalnya mempunyai potensi yang besar untuk bangsa ini terpaksa harus menjalani kehidupan yang tidak mereka inginkan. Banyak sebab yang menjadi alasan kenapa mereka terjerumus menjadi manusia yang kehidupannya diatur oleh barang-barang yang sering dibilang masyarakat “HARAM” yaitu Narkotika, Alkohol dan Zat Adiktif lainnya. Pecandu Napza adalah seseorang yang hidup untuk memakai Napza dan memakai untuk hidup. Jika kita bertanya kepada semua pecandu siapaun diantara mereka tidak menginginkan kehidupan seperti itu. Kecanduan memaksa kami untuk melakukan hal-hal yang melanggar aturan, norma, agama dan hala-hal lain di negara ini.
Dalam acara ini kami ingin menyampaikan bahwa pecandu itu adalah KORBAN!
Kami pecandu mengakui bahwa kami memang bersalah memakai narkoba, tapi coba kita lihat kenapa kami sampai memakai narkoba itu! Miskinnya informasi yang benar terhadap penanggulangan Napza merupaka salah satu contoh penyebab banyak orang menjadi pecandu, banyak kampanye-kampanye penaggulangan narkotika yang malah membentuk opini masyarakat menjadi mendiskriminasi pecandu, cap jelek atau stigma juga masih melekat terhadap kami. Banyak masyarakat yang masih menganggap kami ini hanyalah sampah bagi negara ini, dan juga keadaan yang tidak dapat kami hindari karena keadaan sisitem yang hanya memihak pada orang-orang yang mempunyai kekuasaan sehingga sampai dengan saat ini masih dapat menjalankan bisnis narkobanya dengan aman adalah hal yang perlu kita renungkan. Kita bisa lihat bahwa banyak Bandar besar yang mungkin lagi apes tertangkap dapat lolos dari jeratan hukum yang berat tetapi bagi pecandu yang masih dalam kelas pemakai hukumannya justru bisa lebih berat.
Read the rest of this entry →
No Comments →
March 31, 2008
By: Tukang Propaganda
Category: Dokumentasi, Kampanye
Memperingati Hari Penghapusan Diskriminasi Sedunia 21 Maret, Ikatan Korban Napza (IKON) Bali menggelar aksi damai Minggu (30/3) hari ini di Lapangan Puputan Renon Denpasar. Aksi yang dimulai sekitar pukul 16.00 Wita ini adalah rangkaian beberapa kegiatan yang dilakukan IKON sebagai seruan untuk menghapus stigma, diskriminasi dan kekerasan pada korban narkotika, obat-obatan, dan zat adiktif lain (Napza) .
Persiapan dimulai sejak pagi di sekretariat IKON Bali yang juga kantor Yayasan Kesehatan Bali (Yakeba). Dengan berkostum kaos hitam bertuliskan “Human Right For All” para korban Napza berkumpul berbaur bersama masyarakat yang mendukung kegiatan Aksi Damai kali ini. Mereka kemudian bersama-sama menuju tempat aksi di Lapangan Renon yang biasa dipakai warga Denpasar untuk berolahraga.
Sekitar 50 korban Napza itu kemudian mengepalkan tangan ke atas serta suara lantang berkumandang menyatakan hak-hak pecandu. Dalam salah satu tuntutannya, I Gusti Ngurah Wahyunda, Koordinator IKON Bali menyatakan mereka menginginkan agar vonis rehabilitasi segera diterapkan pada pecandu Napza.
Read the rest of this entry →
No Comments →
March 26, 2008
By: Tukang Propaganda
Category: Provokasi!, Kampanye
Roy Marten menangis di sidang pengadilan. Ketika acara pemeriksaan berlangsung, artis era 1970-an sesenggukan di pengadilan. Dengan polosnya dia menjawab, dia belum bsia lepas dari ketergantungan dari narkoba. Dan dia memohon kepada majelis hakim agar tidak dijatuhi hukuman pidana melainkan divonis untuk ditempatkan di lembaga rehabilitasi.
Menurut Roy, pengalaman di penjara bukannya menghilangkan kebiasaannya mengkonsumsi sabhu-sabhu. Hal yang terjadi justru sebaliknya. Dia bisa mendapatkan dengan mudah barang haram tersebut di lembaga permasyarakatan. Akibatnya, tujuan pemidanaan yang sejatinya untuk memberi efek jera kepada pelakunya menjadi ternafikan sama sekali. Kenyataan berkata sebaliknya. Dia justru semakin tidak bisa lepas dari ketergantungan terhadap sabu-sabu.
Bisa jadi apa yang dialami oleh Roy Marten adalah refleksi yang terjadi di hampir seluruh korban penyalahgunaan narkotika. Awalnya mungkin tidak terpikir sama sekali untuk memakai narkoba karena pasti sudah tahu akibatnya. Kemudian tertarik untuk coba-coba. Selanjutnya, setelah mengetahui efek yang dirasakan setelah konsumsi narkotika berlanjut menjadi ketergantungan. Setelah ketergantungan akan melakukan apa saja untuk mendapatkan narkotika. Pertama, menjual apa saja yang dimiliki. Setelah barang-barang pribadi ludes mereka mulai menyasar barang milik keluarga atau teman dekat.
Read the rest of this entry →
No Comments →
March 18, 2008
By: Tukang Propaganda
Category: Apa Saja
Kuta sore itu masih tetap ramai. Pedagang acung menjajakan dagangannya. Turis-turis masih asyik berjemur menikmati matahari sore. Di depan Hard Rock Cafe, Martin, seorang petugas lapangan IKON, sedang menyiapkan spanduk. Beberapa kawannya terlihat sibuk. Ada yang bersiap membentangkan spanduk. Namun tidak sedikit pula yang menikmati makanan yang dijajakan pedagang asongan.
Begitu spanduk dibentangkan, terlihat isi tulisannya; “Hentikan! Stigma, Diskriminasi dan Kekerasan terhadap Pecandu dan Orang yang Terinfeksi HIV/AIDS”. Tidak hanya itu ada juga spanduk lain yang berbunyi, “Penjara Bukan Solusi untuk Pecandu Narkoba”. Ketiga, diatas spanduk berwarna merah tertulis, “Hindari HIV Bukan Orangnya”.
Ketika pengunjung pantai mulai melirik kampanye ini, tiba-tiba petugas pantai Kuta menghampiri mereka. Petugas dengan seragam bertuliskan Satgas Desa Adat Kuta bertanya kepada koordinator acara kampanye ini. “Ada apa ini? Apakah sudah mendapatkan ijin kampanye di sini?” Ketika mengetahui kegiatan ini belum mengantongi ijin dari pihak berwenang, Satgas itu meminta dengan tegas peserta kampanye menggulung spanduk.
Read the rest of this entry →
No Comments →
March 11, 2008
By: Tukang Propaganda
Category: Dokumentasi
Sumber JawaPos/Selasa, 11 Mar 2008,
JAKARTA - Sidang putusan pemusik Fariz Rustam Munaf, 47, berlangsung penuh haru di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan kemarin (10/3). Ucap syukur terlontar dari mulut Fariz saat dirinya dijatuhi vonis hukuman delapan bulan potong masa tahanan lima bulan yang sudah dijalani.
Read the rest of this entry →
No Comments →
March 10, 2008
By: Tukang Propaganda
Category: Apa Saja
Bahaya narkoba mengancam kita semua. Barangkali banyak yang tidak sadar kalau peredaran narkba sudah sedemikian menggurita. Segmentasinya tidak lagi kalangan ertentu, tetapi sudah merambah lintas usia. Tidak peduli gender, profesi, usia atau status sosial. Kasarnya: narkoba ada di sekitar kita. Berdasarkan data Badan Narkotika Nasional 2002 saja, di Jakarta jumlah anak sekolah dasar yang kecanduan mencapai angka 900 orang. Jika dijumlahkan dengan jumlah anak SD dari daerah lain maka angkanya bisa mencapai tiga digit. Sangat memprihatinkan memang.
Read the rest of this entry →
No Comments →
March 03, 2008
By: Tukang Propaganda
Category: HIV/AIDS, Dokumentasi
Sebagai gerakan advokasi hak asasi manusia (HAM) bagi pecandu narkoba, Ikatan Korban Napza (IKON) Bali terus bergerak. Misalnya pendataan pelanggaran hak-hak pecandu maupun orang degan HIV/AIDS (ODHA). Ada tiga isu utama yang saat ini dijalankan IKON yaitu Hentikan Diskriminasi, Dediskriminasi dan Anti penyiksaan. Kampanye ini diupayakan dengan berbagai usaha, baik pendekatan melalui pertemuan individu maupun berskala seminar atau lokakarya bersama instansi lembaga terkait masalah HAM seperti pihak kepolisian. Untuk melengkapi semua kegiatan tersebut IKON juga sudah sering menggelar kampanye baik berupa orasi, long march sampai ke perhelatan seni seperti kampanye musik pada November tahun lalu di wantilan DPR Renon Denpasar.
Salah satu kerja sama yang dilakukan IKON maupun Yakeba saat ini adalah dengan Departemen Hukum dan HAM. Bulan lalu IKON Bali dan Departemen Hukum dan HAM pun mendiskusikan masalah ini.
Menurut Bob Monkhouse, sebagai Ketua Yakeba, hal ini penting dilakukan karena tiap lemmbaga tidak bisa bergerak sendiri-sendiri. “Jadi kita harus bekerjasama agar tujuan kita untuk menegakkan hak-hak pecandu dapat terwujud,” katanya.
Read the rest of this entry →
No Comments →
March 01, 2008
By: Tukang Propaganda
Category: Kampanye, Advokasi
Kronik Medical Person adalah istilah kedokteran yang ditujukan kepada pecandu drugs. Istilah ini mengacu pada fakta bahwa pecandu korban yang harus dilindungi atas dasar hukum juga harus dibentuk ke arah pemulihan. Karena itu ada dua proses yang dilalui oleh si pecandu yaitu di satu sisi pecandu tetap sebagai warga yang wajib mematuhi hukum yang berlaku dan di lain sisi pecandu juga berhak mendapatkan pengobatan disertai pemulihan.
Masalahnya, pecandu selama ini hanya mendapatkan stigma atau julukan sebagai biang keroknya terjadinya kriminalitas dan yang lebih parah lagi adalah sampah yang harus disingkirkan, dipenjara atau bila perlu dihapuskan dari muka bumi ini. Selama ini masyarakat banyak yang berpikiran bahwa pecandu pasti pernah melakukan tindakan kriminal. Atau suatu ketika, nanti, besok atau kapan saja di mana saja pecandu akan melakukan tindakan yang melanggar hukum. Inilah stigma yang harus dihilangkan.
Ingat!! Penjara sudah penuh. Kurang lebih 30 s/d 40 % penjara di seluruh Indonesia kebanyakan kasus narkoba dan tidak tertutup kemungkinan angka ini akan terus meningkat jika pemerintah, aparat dan pihak-pihak terkait tidak segera menanggapi, memutuskan dan merealisasikan tindakan pencegahan preventif disertai tindakan nyata untuk memberi ruang bagi pemulihan si pecandu. Memang diakui selama ini sudah dilakukan upaya-upaya preventif yang sudah dilakukan oleh BNN dan pihak kepolisian. Namun upaya seperti itu saja sepertinya tidak membuat masalah menjadi selesai, ketika informasi dan edukasi mengenai pencegahan narkoba gencar-gencarnya disosialisasikan toh tetap saja stigma dan diskriminasi bagi pecandu tetap saja berlaku.
Ironisnya solusi terakhir yaitu penjara malah menjadi ajang tempat peredaran narkoba yang aman. Satu hal yang memprihatinkan baru-baru ini terjadi di Lapas Kerobokan yaitu ketika sipir penjara yang seharusnya sebagai pembina dan panutan oleh warga binaan Lapas malah jadi pengedar narkoba. Sungguh memalukan. Dan itu artinya lagi-lagi pecandu bukan diberi solusi untuk pulih terlebih lagi menjadi jera dan tobat tapi justru terjerumus lebih dalam ke jurang kelam tanpa harapan yang akhirnya sia-sia.
Read the rest of this entry →
No Comments →
February 25, 2008
By: Tukang Propaganda
Category: Advokasi
Pencegahan penyalahgunaan narkoba harus dilakukan sedini mungkin. Benteng yang kuat harus ditanamkan sejak dari rumah. Keluarga merupakan pertahanan utama agar seseorang bisa terhindar dari jeratan narkoba. Demikian yang terangkum dalam Dialog Publik “Peran Keluarga dalam Penanggulangan Bahaya Penyalahgunaan Narkoba” yang diselenggarakan di Wantilan DPRD Bali Renon Denpasar Sabtu 23 Februari 2008 kemarin.
Hadir pada kesempatan itu, Kepala Pelaksana Harian Badan Narkotika Nasional I Made Pastika sebagai pembicara tunggal dan Prof. LK Suryani sebagai moderator. Acara yang dihadiri berbagai kalangan lintas usia, mulai dari pelajar, mahasiswa, ibu rumah tangga hingga kakek-nenek terlihat meriah. Prof. Suryani menyampaikan, ada dua penyebab seseorang mengkonsumsi narkoba yaitu faktor internal dan faktor eskternal.
“Faktor internal meliputi ketidakmatangan emosi seseorang. Ketidakmatangan emosi ini dimulai sejak dalam kandungan. Misalnya, seseorang yang tidak dikehendaki kelahirannya sehingga ibu si bayi berusaha menggugurkan kandungan itu dengan cara apa saja. Hal ini akan membekas dalam hidup si bayi jika lahir,” tegas Prof. Suryani. Dia menambahkan, kemudian apakah seorang anak mendapat kasih sayang yang cukup dari orang tuanya? Menurutnya, sekarang hampir 90 persen anak-anak tidak pernah didongengkan sebelum tidur oleh ibunya dan tidak pernah makan bersama dengan orang tua. Faktor-faktor ini menyebabkan seorang anak akan mencari identitas atau keluarga baru yang mengakui eksistensinya. Kemungkinan buruk, seorang anak akan dengan mudah terjerat narkoba.
Read the rest of this entry →
No Comments →
January 13, 2008
By: Tukang Propaganda
Category: Dokumentasi, Kampanye
Oleh Wayan Agus Purnomo
Sebagai bentuk keprihatinan terhadap tingginya pelanggaran HAM di China, tuan rumah Olimpiade 2008, Koalisi HAM Bali menyambut Obor HAM Estafet Global di Lapangan Puputan Badung, Sabtu 12 Januari 2008 lalu.
Koalisi ini terdiri dari beberapa elemen dan LSM yang peduli dengan pelanggaran HAM seperti LBH, PBHI, Manikaya Kauci, Yakeba, PMKRI, NIM, Mitra Kasih, Polwatch, Sandhi Murti, IKON Bali, GAYa Dewata dan GHuRe.
I Nengah Jimat, LBH Bali mengatakan acara ini dilaksanakan terkait dengan penghelatan Olimpiade China pertengahan tahun ini. Berbagai kasus pelanggaran HAM di China merupakan tanggung jawab bersama. Penyambutan obor ini bertujuan untuk menggalang kepedulian dan menggugah masyarakat Bali terhadap kondisi HAM dunia akhir-akhir ini, khususnya dalam Olimpiade Beijing. Penyelenggaraan Olimpiade ini akan menjadi momentum untuk mengingatkan dan menggugah kembali perbaikan HAM dunia yang makin memburuk, terutama di China.
Read the rest of this entry →
No Comments →